5.000 Pengunjung Padati Toadore Fest Vol. III di Yogyakarta

Dok istimewa

YOGYAKARTA – Sebanyak 5.000 pengunjung memadati Toadore Fest Vol. III yang digelar oleh PKPM Nuku Yogyakarta di Teras Malioboro, Yogyakarta, pada 15 – 17 Oktober 2026. Festival ini menjadi ajang promosi budaya Tidore Kepulauan sekaligus memperkuat kolaborasi budaya dan ekonomi kreatif di tingkat nasional.

Toadore Fest Vol. III resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi PKPM Nuku Yogyakarta yang telah menghadirkan ruang kolaborasi budaya dengan melibatkan 17 organisasi mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah masing-masing, sekaligus mempererat hubungan antardaerah dalam semangat keberagaman Nusantara.

Ketua Umum PKPM Nuku Yogyakarta menyampaikan bahwa Toadore Fest merupakan agenda tahunan yang telah dilaksanakan sejak 2023. Festival ini terus dikembangkan sebagai ruang pertemuan budaya, kreativitas, dan kolaborasi antardaerah.

Sementara itu, Ketua Panitia, Taufik M. Ade, menjelaskan bahwa Toadore Fest Vol. III bertujuan memperkenalkan budaya, ekonomi kreatif, serta kearifan lokal Kota Tidore Kepulauan kepada masyarakat luas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membawa budaya Tidore lebih dekat dengan masyarakat luas, sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi pelaku seni, komunitas, dan UMKM,” demikian tujuan yang diusung dalam penyelenggaraan festival tersebut.

Toadore Fest Vol. III menghadirkan sejumlah kegiatan yang menggabungkan diskusi, pameran ekonomi kreatif, dan pertunjukan seni.

Salah satunya adalah Kalesang Kota dengan tema “Membangun Kota Berbasis Ekonomi Kreatif”. Kegiatan ini menghadirkan Sarah Azzahra selaku Ketua GEKRAFS DIY, Adi Pandoyo sebagai seniman Yogyakarta, serta Susilo Dwi Murwanto selaku Koordinator ICCN.

Selain itu, terdapat Panen UMKM Nusantara yang menampilkan produk ekonomi kreatif dari berbagai daerah. Festival ini juga menghadirkan Gosip Kreatif bersama Kapita Fando, Duta Kebudayaan Indonesia, dan Galih Johar, seniman Yogyakarta.

Kemudian, Pertunjukan Seni Nusantara turut memeriahkan festival dengan melibatkan organisasi mahasiswa dari 17 provinsi. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan keragaman tradisi dan seni budaya Indonesia kepada pengunjung.

Penyelenggaraan Toadore Fest Vol. III mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, di antaranya Badan Otorita Borobudur, Indomie, Hasby Yusuf, Jaman Enggal Grup, Pamela, Imperial, Air Jogja, dan Bakpia Raminten.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Dinas Kominfo DIY, Dinas Koperasi dan UMKM DIY, GEKRAFS DIY, ICCN, Kesultanan Tidore, serta Teras Malioboro.

Adapun media partner yang mendukung publikasi kegiatan ini meliputi Jogja TV, MEUS, Shindata, Newspaper, Kieraha Post, Kendali, Mekar News, Falanusantara, dan Times Malut.

Melalui Toadore Fest Vol. III, PKPM Nuku Yogyakarta berharap promosi budaya Tidore dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Festival ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperkuat jejaring antardaerah, serta menjaga kelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Dengan mengusung semangat kolaborasi dan keberagaman, Toadore Fest menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan identitas budaya daerah sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan lokal memiliki potensi besar untuk berkembang di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini