Kadikbud Malut: Zikir dan Christian Youth Camp Perkuat Toleransi

Kepala Dikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pembinaan rohani (Dok/istimewa)

SOFIFI – Lantunan zikir dan doa dari para pelajar Muslim bergema di Alun-Alun Tavamu, Sofifi. Pada saat yang sama, puji-pujian kepada Tuhan dilantunkan para pelajar Kristen dalam kegiatan pembinaan rohani di aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara.

Dua kegiatan berbeda ini membawa pesan yang sama: memperkuat iman, membangun karakter, dan merawat toleransi di tengah keberagaman.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara, Minggu malam (11/10/2026). Para pelajar Muslim mengikuti zikir, doa bersama, dan ceramah keagamaan yang disampaikan Ustaz Das’ad Latif.

Sementara itu, para pelajar Kristen mengikuti kegiatan bertajuk Christian Youth Camp dengan tema “Membentuk Generasi Muda yang Unggul dalam Iman, Ilmu, dan Karakter”.

Kepala Dikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pembinaan rohani tersebut. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, memperkuat nilai spiritual, dan menanamkan sikap saling menghormati sejak dini.

“Ini wujud toleransi dan edukasi positif bagi dunia pendidikan. Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat karakter peserta didik sekaligus meningkatkan indeks kebinekaan di lingkungan sekolah,” ujar Abubakar.

Ia menegaskan, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi dan kebinekaan kepada peserta didik. Lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan inklusif bagi seluruh siswa untuk mengembangkan potensi diri, menjalankan keyakinan masing-masing, serta belajar menghargai perbedaan.

Menurut Abubakar, keberagaman agama, budaya, dan tradisi yang dimiliki Maluku Utara merupakan kekuatan yang perlu dijaga bersama. Nilai tersebut tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di ruang kelas, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

“Malam ini ada praktik baik yang luar biasa. Di Alun-Alun Tavamu, lantunan zikir dan doa menggema, sementara di Kantor Dikbud, puji-pujian kepada Tuhan dilantunkan para pelajar Kristen.

Semuanya membawa pesan yang sama, yakni kebaikan, kedamaian, dan harapan,” katanya.

Pelaksanaan kedua kegiatan keagamaan tersebut menunjukkan bahwa penguatan iman dan pendidikan kebinekaan dapat berjalan beriringan. Para pelajar diberi ruang untuk memperdalam keyakinan masing-masing sekaligus memahami pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama.

Bagi dunia pendidikan, toleransi bukan sekadar ajakan untuk hidup rukun. Sikap tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menghormati teman yang berbeda agama, tidak merendahkan keyakinan orang lain, serta menjaga persatuan di lingkungan sekolah.

Abubakar berharap kegiatan pembinaan rohani tidak berhenti sebagai agenda seremonial dalam perayaan HUT Maluku Utara. Ia menginginkan nilai-nilai positif yang diperoleh para pelajar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

“Semoga keberkahan dan keselamatan senantiasa dilimpahkan untuk Indonesia dan Maluku Utara. Inilah pendidikan kebinekaan yang harus terus kita hidupkan sejak dini,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki landasan moral, karakter kuat, dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui pembinaan keagamaan dan penguatan nilai kebinekaan, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu menjaga persatuan tanpa mengabaikan perbedaan.

Sebab, masa depan Maluku Utara tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan generasi mudanya merawat toleransi, memperkuat persaudaraan, dan hidup berdampingan secara damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini