Speedboat Puskesmas Dama Bocor, Pemerintah Halut Didesak Segera Ganti
HALUT – Kondisi speedboat milik Puskesmas Dama, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), kembali menjadi sorotan.
Armada yang digunakan untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat di 10 desa tersebut dilaporkan mengalami kebocoran parah dan dinilai sudah tidak layak digunakan.
Speedboat yang disebut telah digunakan sejak 2017 itu hingga kini masih dipakai petugas Puskesmas Dama untuk menjalankan pelayanan Posyandu ke sejumlah desa.
Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan keselamatan petugas, terutama ketika harus berhadapan dengan gelombang laut.
Salah satu petugas Puskesmas Dama mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara segera mengganti speedboat tersebut dengan armada baru yang lebih aman dan layak.
“Speedboat ini sudah bocor besar. Kami masih menggunakan untuk melakukan Posyandu di 10 desa. Ini sangat berbahaya, apalagi kalau ombak besar,” ungkap petugas tersebut kepada Kierahapost.com,Senin (21/9/2026).
Ia mengungkapkan, kondisi speedboat yang bocor pernah membuat perjalanan pelayanan kesehatan berada dalam situasi berbahaya.
“Pernah kami melakukan Posyandu, speedboat hampir tenggelam karena bocor dan saat itu ombak besar. Kami meminta Bupati dan Wakil Bupati segera memperhatikan masalah ini,” tegasnya.
Menurutnya, speedboat tersebut sudah beberapa kali ditambal untuk mengatasi kebocoran. Namun, kondisi armada yang terus mengalami kerusakan membuat perjalanan menuju desa-desa terpencil menjadi semakin berisiko.
“Speedboat sudah bocor-bocor, tetapi masih digunakan. Kalau ombak besar dan harus pergi jauh, sangat rawan. Sudah banyak bagian yang ditambal,” katanya.
Petugas meminta pemerintah daerah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan atau jatuhnya korban baru mengambil tindakan.
“Jangan tunggu ada korban baru diganti. Kami berharap pemerintah segera mengganti speedboat Puskesmas Dama karena ini menyangkut keselamatan petugas dan pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Kondisi geografis Loloda Kepulauan yang mengandalkan transportasi laut membuat keberadaan armada yang aman menjadi kebutuhan penting. Tanpa speedboat yang layak, pelayanan Posyandu dan layanan kesehatan ke 10 desa berpotensi terganggu.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara segera turun tangan dan memastikan Puskesmas Dama memiliki speedboat yang layak, aman, dan mampu menunjang pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan,”tandasnya.





Tinggalkan Balasan