DPRD Halbar Desak KNMP Bukan Sekadar Proyek, Harus Beri Manfaat Nyata bagi Nelayan
HALBAR – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kabupaten Halmahera Barat diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.
Program tersebut dituntut mampu memberikan manfaat nyata dan langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Harapan itu disampaikan Anggota DPRD Halmahera Barat Daerah Pemilihan (Dapil) I Jailolo-Jailolo Selatan, Abdul Khaliq, menyusul pelaksanaan program KNMP di tiga desa, yakni Desa Sidangoli Dehe dan Desa Toniku, Kecamatan Jailolo Selatan, serta Desa Saria, Kecamatan Jailolo, Selasa (29/9/2026).
Menurut Abdul Khaliq, program KNMP harus benar-benar diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat pesisir, terutama dalam meningkatkan pendapatan, produktivitas, serta memperkuat ekonomi lokal.
“Program KNMP ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan hanya membangun infrastruktur, tetapi harus mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan,” ujar Abdul Khaliq.
Ia menjelaskan, kehadiran KNMP berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Tidak hanya bergantung pada aktivitas menangkap ikan secara tradisional, tetapi juga dapat mendorong pengolahan hasil laut, perdagangan, hingga pengembangan jaringan pemasaran hasil tangkapan nelayan.
Salah satu kebutuhan penting yang menurutnya harus menjadi perhatian dalam program tersebut adalah penyediaan cold storage. Fasilitas pendingin dinilai penting untuk menjaga kualitas dan kesegaran ikan sehingga hasil tangkapan nelayan tidak mudah rusak dan dapat memiliki nilai jual yang lebih baik.
“Harapannya, tersedia cold storage sebagai fasilitas pendingin untuk menjaga kualitas dan kesegaran ikan agar hasil tangkapan tidak cepat rusak,” katanya.
Selain cold storage, Abdul juga menyoroti pentingnya pembangunan dermaga yang dapat menunjang aktivitas nelayan, termasuk tempat pelelangan ikan yang tertata, bersih, serta mendukung kegiatan bongkar muat.
Fasilitas pendukung lainnya yang dinilai penting antara lain bengkel kapal, kios atau koperasi perbekalan nelayan, SPBU untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar nelayan, serta fasilitas umum lainnya.
Abdul menegaskan, keberhasilan KNMP tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar seluruh fasilitas yang dibangun nantinya benar-benar berfungsi dan memberikan dampak ekonomi.
Karena itu, masyarakat juga dituntut mempersiapkan aspek sosial dan kelembagaan, administrasi, pola pikir, serta budaya kerja agar dapat mendukung keberlangsungan program tersebut.
“Masyarakat memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat krusial, baik dari sisi kesiapan sosial, kelembagaan, administrasi, mindset dan pola pikir, maupun dukungan selama proses pembangunan,” tegasnya.
Ia berharap KNMP di tiga desa tersebut tidak sekadar menjadi program pembangunan, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pesisir Halmahera Barat.
“Harapan utama dengan adanya program pembangunan Kampung Nelayan ini adalah meningkatkan kesejahteraan, produktivitas, serta kualitas hidup keluarga nelayan dan warga desa pesisir,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan