Dikritik Tak Baper, DPRD Kota Ternate Dinilai Tunjukkan Kedewasaan Politik
TERNATE – Sikap terbuka pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate periode 2024-2029 dalam menerima kritik dan sorotan publik mendapat apresiasi dari tokoh pemuda Maluku Utara, Muzakir Dodaradaga.
Muzakir yang akrab disapa Jek menilai, keterbukaan DPRD Kota Ternate terhadap berbagai kritik merupakan cerminan kedewasaan politik sekaligus komitmen menjaga lembaga legislatif tetap berada dalam koridor demokrasi.
Menurutnya, di tengah berbagai sorotan terhadap kinerja maupun dinamika internal lembaga legislatif, DPRD Kota Ternate dinilai tidak menunjukkan sikap anti-kritik. Masukan, saran hingga kritik dari masyarakat justru harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses memperbaiki kinerja wakil rakyat.
“Saya melihat kedewasaan politik yang nyata pada DPRD Kota Ternate periode ini. Di tengah sorotan dan kritikan yang keras dari publik, mereka tidak menutup diri, tidak tersinggung, dan tidak membalas dengan narasi yang tidak produktif. Mereka menerima dengan lapang dada dan tetap bekerja,” ujar Muzakir kepada awak media, Rabu (6/10/2026).
Ia mengatakan, menjadi seorang politisi tidak berarti terbebas dari kesalahan maupun kritik. Karena itu, menurutnya, sikap terbuka terhadap kritik justru menjadi modal penting untuk membangun lembaga perwakilan rakyat yang sehat.
“Politisi itu juga manusia, tidak ada yang sempurna. Namun sikap terbuka terhadap kritik itulah yang patut dihargai,” katanya.
Muzakir bahkan menilai sikap tersebut patut menjadi contoh bagi lembaga legislatif lainnya, khususnya di Maluku Utara.
“Lembaga legislatif adalah penyambung lidah rakyat. Konsekuensinya, harus ikhlas menerima apa yang disampaikan masyarakat. Justru dari kritikan itulah kinerja dapat diperbaiki,” tegasnya.
Ia mengingatkan, lembaga perwakilan rakyat yang menutup ruang kritik justru berpotensi menjauh dari prinsip demokrasi.
“Jika lembaga perwakilan rakyat anti terhadap kritik, itu ciri sikap yang otoriter dan tidak demokratis,” sambungnya.
Lebih lanjut, Muzakir menilai keterbukaan terhadap kritik merupakan bagian penting dalam menciptakan iklim demokrasi yang sehat. Masyarakat, kata dia, harus diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan aspirasi tanpa merasa takut mendapatkan tekanan atau tindakan balasan.
“DPRD Kota Ternate telah memberikan contoh nyata membangun iklim demokrasi yang kondusif. Dikritik, mereka dengarkan. Disorot, mereka perbaiki. Tidak ada tindakan pembalasan terhadap siapa pun yang menyampaikan kritik. Inilah yang sangat kita butuhkan saat ini,” ujarnya.
Ia berharap sikap terbuka tersebut dapat terus dipertahankan pimpinan dan anggota DPRD Kota Ternate hingga berakhirnya masa jabatan.
Muzakir juga mendorong agar sikap serupa menjadi budaya di seluruh lembaga legislatif di Maluku Utara, baik DPRD kabupaten/kota maupun DPRD Provinsi Maluku Utara.
“Jika seluruh lembaga perwakilan rakyat dapat bersikap seperti DPRD Kota Ternate, saya yakin kepercayaan publik terhadap dunia perwakilan akan kembali tinggi. Rakyat merasa didengar, bukan justru dimusuhi,” pungkasnya.






Tinggalkan Balasan