Pemda Tutup Mata, Jalan Desa Golo 6 Bulan Terbengkalai, Warga Pertanyakan Janji Bupati Halbar

Kierahapost.com Riski Samsudin
Kondisi jalan di Desa Golo, Kecamatan Sahu (Dok/istimewa)

HALBAR – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, disorot warga Desa Golo, Kecamatan Sahu, lantaran kondisi jalan yang telah lama dibiarkan rusak dan terbengkalai setelah dilakukan pengerjaan sirtu (pasir dan batu).

Hingga kini, warga mengaku belum melihat adanya tanda-tanda perbaikan lanjutan, meski pemerintah sebelumnya menjanjikan pekerjaan jalan pada Oktober 2026.

Salah satu warga Desa Golo berinisial R mengatakan, kondisi jalan tersebut telah berlangsung sekitar enam hingga tujuh bulan tanpa penanganan yang memadai. Warga pun mempertanyakan komitmen pemerintah daerah karena jalan yang sudah dibongkar tak kunjung diselesaikan.

“Kalau belum ada anggaran untuk melakukan pekerjaan jalan, jangan dulu dibongkar. Torang masyarakat juga sudah cukup lama mengeluhkan persoalan ini. Untuk pisang yang ditanam di tengah jalan itu, saya tidak tahu siapa yang menanam. Yang jelas, warga masyarakat,” kata R kepada media, Sabtu (10/10/2026).

Menurut R, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Warga terpaksa memanfaatkan jalan alternatif di bagian belakang desa agar kendaraan roda dua maupun roda empat tetap bisa melintas.

Ia menilai, pemerintah daerah seharusnya tidak membiarkan kondisi jalan berlarut-larut tanpa kepastian penyelesaian. Apalagi, masyarakat disebut telah menyampaikan keluhan hingga melakukan aksi protes, tetapi persoalan jalan tersebut belum juga tuntas.

“Kami masyarakat juga sudah pernah melakukan aksi. Waktu itu Dinas PUPR turun, kemudian mereka mengambil langkah menyiram jalan menggunakan mobil pemadam. Namun, sekarang sudah tidak disiram lagi,” ujarnya.

R juga menyinggung pernyataan Bupati Halmahera Barat, James Uang, yang sebelumnya disebut telah menyampaikan bahwa jalan di Desa Golo akan dikerjakan dengan lapisan butas. Namun, hingga Sabtu (10/10/2026), warga mengaku belum melihat realisasi dari janji tersebut.

“Kemarin Pak Bupati sudah bilang ada anggaran, bahkan beliau sendiri menyampaikan bahwa jalan Desa Golo akan dibutas. Tapi sampai sekarang tanda-tandanya tidak ada,” ungkapnya.

Kondisi jalan yang dibiarkan begitu lama tanpa penyelesaian membuat warga semakin kecewa. Selain mengganggu akses transportasi, jalan tersebut juga menimbulkan debu karena tidak lagi disiram secara rutin.

R berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, khususnya instansi teknis terkait, segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Warga tidak ingin janji perbaikan hanya menjadi pernyataan tanpa realisasi di lapangan.

“Untung ada jalan belakang, sehingga jalan di depan hanya dilalui mobil truk saja. Kami masyarakat sudah tidak mampu lagi dengan kondisi jalan seperti ini, karena debu dan sudah tidak disiram lagi,” tutupnya.

Warga kini menantikan bukti nyata dari pemerintah daerah untuk menjawab keluhan yang telah berlangsung berbulan-bulan. Mereka berharap pekerjaan jalan Desa Golo segera direalisasikan agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini