Kades Acango Buka Suara: Sapi Berkeliaran di Sasadu Lamo Sudah Berulang Kali

Kierahapost.com Riski Samsudin
Mardia Buchari (Dok/istimewa)

HALBAR – Persoalan sapi yang berkeliaran bebas di kawasan Lapangan Sasadu Lamo, Desa Acango, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, kembali menjadi sorotan.

Keberadaan sapi yang berkeliaran tanpa pengawasan tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga. Sebelumnya, seorang ibu rumah tangga, Adolmina Kompo, bersama anaknya dilaporkan terjatuh dari sepeda motor setelah diadang sekawanan sapi yang berkeliaran di jalan.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Desa Acango, Mardia Buchari, akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa persoalan sapi berkeliaran di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi.

Mardia mengatakan, Pemerintah Desa Acango telah berulang kali menyampaikan peringatan dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membiarkan ternak berkeliaran bebas, khususnya di kawasan yang menjadi ruang aktivitas masyarakat.

“Sapi yang berkeliaran di area tersebut saya sudah sering mengeluarkan surat peringatan maupun imbauan, karena ini mungkin sudah kejadian yang kedua kalinya,” kata Mardia kepada Kierahapost.com, Kamis, (8/10/2026).

Menurut Mardia, pihaknya juga telah berupaya mencari tahu siapa pemilik sapi-sapi tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat, sapi yang kerap berada di sekitar Lapangan Sasadu Lamo tersebut bukan milik warga Desa Acango.

“Saya sudah tanyakan kepada warga masyarakat, namun warga saya juga menyampaikan bahwa sapi itu bukan milik warga Desa Acango. Tetapi sapi tersebut milik orang dari luar Desa Acango,” ujarnya.

Mardia bahkan menduga sapi-sapi tersebut merupakan milik pihak dari luar desa yang disebut sebagai dibo-dibo atau pelaksana, yang kerap mengikat maupun menitipkan ternaknya di sekitar lokasi tersebut.

Ia mengaku tidak mengenal secara pasti pemilik sapi-sapi itu karena aktivitas membawa dan mengikat ternak tersebut disebut lebih sering dilakukan pada malam hari.

“Saya tidak tahu, karena kami tidak mengenal sama sekali. Mereka sering mengikat atau menitipkan sapi tersebut di tempat itu,” katanya.

Mardia mengungkapkan, persoalan tersebut sebenarnya telah menjadi perhatian Pemerintah Desa Acango sejak sebelumnya, termasuk ketika berbagai kegiatan masyarakat digelar di Lapangan Sasadu Lamo.

Bahkan, saat momentum perayaan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, keberadaan sapi yang berkeliaran di sekitar lokasi juga telah menjadi perhatian pemerintah desa.

“Kemarin kegiatan seperti HUT RI 17 saya juga perhatikan persoalan itu, namun sudah berulang kali saya sampaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Desa Acango telah menjalankan langkah yang dapat dilakukan di tingkat desa, mulai dari memberikan imbauan hingga mengeluarkan peringatan kepada pihak yang diduga membiarkan ternaknya berkeliaran.

“Kalau tidak mampu lagi mengurus, saya tidak tahu langkah yang diambil seperti apa. Yang jelas saya sudah menyampaikan banyak hal, baik itu imbauan maupun peringatan, sudah cukup lama,” imbuh Mardia.

Mardia juga menyatakan bahwa hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti siapa pemilik sapi-sapi tersebut.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, sapi-sapi itu kerap dibawa dan diikat di lokasi pada malam hari sehingga tidak terlihat secara langsung oleh pemerintah desa maupun warga.

“Menurut informasi, kami belum melihat secara langsung saat pemilik sapi mengikat di tempat itu. Jadi kami tidak mengetahui siapa pemiliknya, karena saat mereka mengikat sapi dilakukan pada malam hari,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena keberadaan ternak yang berkeliaran di area publik dan jalan berpotensi menimbulkan kecelakaan serta mengancam keselamatan pengguna jalan.

Pemerintah desa pun diharapkan tidak hanya mengeluarkan imbauan, tetapi juga dapat mengambil langkah lebih tegas bersama pihak terkait untuk memastikan sapi-sapi tersebut tidak kembali berkeliaran bebas di kawasan Lapangan Sasadu Lamo maupun jalan umum.

Jika dibiarkan berulang, persoalan ini bukan lagi sekadar masalah ternak berkeliaran, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini