Api Meluas di Hoku Hoku Kie, Damkar Terkendala Akses

Kierahapost.com Riski Samsudin
Kebakaran di Desa Hoku Hoku Kie, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Dok/istimewa)

HALBAR – Kebakaran yang melanda Desa Hoku Hoku Kie, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, mengancam tanaman perkebunan milik warga.

Upaya pemadaman terkendala akses jalan yang tidak memungkinkan mobil pemadam kebakaran (Damkar) menjangkau lokasi, sehingga pemerintah desa bersama masyarakat turun langsung berupaya memadamkan api.

Kepala Desa Hoku Hoku Kie, Albert Panawa, mengatakan, kebakaran diperkirakan mulai terjadi pada Kamis sore. Hingga Sabtu, api dilaporkan masih merembet dan meluas hingga mendekati kawasan perkebunan serta mengancam tanaman milik warga.

“Jadi, kebakaran di Hoku Hoku Kie ini diperkirakan terjadi pada Kamis sore. Tadi kami melihat apinya masih merembet dan meluas sampai ke area tanaman milik warga. Karena itu, kami mengerahkan masyarakat ke lokasi untuk berupaya memadamkan api,” ujar Albert,saat di konfirmasi Kierahapost.com,Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, pemerintah desa bersama masyarakat telah berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut belum mampu mengatasi kebakaran secara maksimal.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran. Namun, kondisi medan dan akses jalan tidak mendukung, sehingga mobil Damkar tidak bisa naik sampai ke lokasi kebakaran,” jelasnya.

Albert mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas Damkar agar tetap siaga apabila api terus meluas, terutama pada malam hari hingga hari berikutnya. Ia berharap petugas dapat bersama-sama masyarakat menuju lokasi untuk membantu mengendalikan kobaran api.

Pemerintah desa hingga kini juga belum memperoleh informasi pasti mengenai penyebab kebakaran. Belum diketahui apakah peristiwa tersebut terjadi akibat unsur kesengajaan atau faktor lainnya.

“Untuk sementara, kami belum mendapat informasi yang jelas apakah kebakaran ini disengaja atau tidak. Saat ini pemerintah desa dan masyarakat masih tetap siaga serta terus berupaya memadamkan api di lokasi,” katanya.

Albert mengungkapkan, kekhawatiran terbesar saat ini adalah api terus menjalar dan melahap tanaman perkebunan warga.

Sejumlah tanaman yang terancam di antaranya pala, kelapa, dan cokelat yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Karena itu, ia meminta perhatian dan bantuan dari dinas terkait agar penanganan kebakaran dapat dilakukan bersama-sama.

Ia juga berharap Damkar tetap bersiaga dan segera mengambil langkah apabila api semakin meluas.

“Kami berharap ada bantuan agar kita bisa bersama-sama memadamkan api. Kami khawatir malam ini api terus merembet ke area perkebunan dan mengancam tanaman pala, kelapa, serta cokelat milik warga,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini