Polisi Segera Cek 24 Tongkang Ore Nikel di Pulau Gebe, Diduga Milik Smart Marsindo
SOFIFI – Aktivitas 24 tongkang pengangkut ore nikel yang beroperasi dari wilayah Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, mulai menjadi sorotan. Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara memastikan akan menelusuri aktivitas seluruh tongkang tersebut.
Langkah pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan asal-usul ore nikel yang diangkut, sekaligus mengecek legalitas aktivitas pengangkutan dari wilayah Pulau Gebe.
Direktur Reskrimsus Polda Maluku Utara Kombes Pol. Reinhard Habonaran Nainggolan menegaskan, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap 24 tongkang yang disebut beroperasi mengangkut ore nikel dari Pulau Gebe.
“Kita pasti akan cek 24 tongkang pengangkut ore nikel yang beroperasi dari wilayah Pulau Gebe, wajib kita cek,” tegas Reinhard.
Pemeriksaan tersebut menjadi perhatian karena jumlah tongkang yang disebut mencapai 24 unit. Penelusuran secara menyeluruh diperlukan untuk memastikan setiap aktivitas pengangkutan memiliki dasar perizinan dan dokumen yang sesuai ketentuan.
Publik juga menantikan langkah aparat untuk membuka secara terang aktivitas pengangkutan ore nikel dari kawasan tersebut, termasuk asal ore, perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut, serta dokumen legalitas pengangkutannya.
Di tengah sorotan tersebut, nama Shanty Alda kembali ikut menjadi perhatian. Sejumlah sumber sebelumnya mencatat Shanty pernah berada dalam struktur PT Smart Marsindo dan PT Aneka Niaga Prima, dua perusahaan yang dikaitkan dengan aktivitas pertambangan di Pulau Gebe.
Laporan Transparency International Indonesia (TII) 2024 juga mencatat Shanty sebagai direktur pada kedua perusahaan tersebut.
Nama Shanty sebelumnya turut muncul dalam perkara dugaan korupsi yang menjerat mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba. Pada 2024, Shanty diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam perkara tersebut.
Kini, kemunculan polemik 24 tongkang pengangkut ore nikel dari Pulau Gebe kembali membuat nama Shanty menjadi sorotan publik.




Tinggalkan Balasan