Ketua PSMP Desak KPK Telusuri Harta Kekayaan Ketua DPRD Maluku Utara
TERNATE – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Solidaritas Merah Putih (PSMP) Maluku Utara mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Jaksa Agung untuk segera menelusuri harta kekayaan Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Ikbal Ruray
Ketua DPD PSMP Malut, Mudasir Ishak, menilai laporan harta kekayaan yang disampaikan Ikbal Ruray tidak sebanding dengan sejumlah aset yang dimilikinya, seperti rumah dan ruko di Kelurahan Salero, Kota Ternate.
“Di tengah efisiensi anggaran negara yang begitu kuat dirasakan masyarakat dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto, justru Ketua DPRD gencar membangun rumah mewah di hadapan rakyat. Hal ini patut menjadi perhatian serius KPK dan Jaksa Agung,” tegas Mudasir, Sabtu (27/9/2025).
Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas pejabat publik sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Ia menilai ada hal yang tidak berimbang antara laporan harta kekayaan dengan kondisi nyata yang ditunjukkan oleh Ketua DPRD Malut.
“Ketika negara tengah berupaya melakukan efisiensi anggaran, maka pejabat negara juga seharusnya menunjukkan keteladanan dalam pengelolaan harta dan sikap hidup sederhana,” ujarnya.
DPD PSMP Malut pun mendesak KPK agar melakukan penelusuran menyeluruh terhadap total kekayaan Ketua DPRD Malut demi memastikan tidak ada penyalahgunaan jabatan maupun praktik yang bertentangan dengan hukum.
“Desakan ini disampaikan agar publik mendapatkan kepastian bahwa tidak ada penyalahgunaan jabatan maupun praktik yang melanggar aturan,” tambah Mudasir.
Sebagai informasi, dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Ikbal Ruray tercatat memiliki harta senilai Rp 5,69 miliar. Kekayaan tersebut didominasi aset tanah dan bangunan di Kota Ternate yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Beberapa di antaranya tanah seluas 14.000 meter persegi senilai Rp 1,8 miliar, rumah di atas tanah 1.306 meter persegi senilai Rp 1,2 miliar, serta satu unit mobil mewah BMW X5 XDrive351 AT tahun 2012 dengan nilai Rp 500 juta. Selain itu, Ikbal juga melaporkan aset kas sebesar Rp 1,14 miliar.







Tinggalkan Balasan