SSB Gamalama Sinar Utara Ternate Berlaga di Piala Dunia Anak Indonesia 2026

SSB GSU Ternate ikuti turnamen piala dunia Anak Indonesia 2026 (Foto/istimewa)

TERNATE – Sekolah Sepak Bola (SSB) Gamalama Sinar Utara (GSU) Ternate kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan sepak bola usia dini dengan mengikuti Turnamen Piala Dunia Anak Indonesia 2026 yang akan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada 5-8 Juli 2026.

Pada ajang nasional tersebut, SSB GSU mengirimkan dua tim yang akan bersaing di kelompok usia 12 tahun dan 14 tahun.

Sebanyak 18 pemain kelompok usia 14 tahun bersama pelatih Opin Kambose telah bertolak dari Ternate menuju Bandung menggunakan KM Nggapulu pada Selasa malam.

Pelatih SSB GSU, Opin Kambose, mengatakan keikutsertaan dalam turnamen di Pulau Jawa sudah menjadi agenda rutin klub sebagai bagian dari pembinaan pemain muda.

“Tujuannya untuk menambah pengalaman bertanding anak-anak, meningkatkan kemampuan teknis, serta memperkuat mental mereka. Apalagi turnamen ini diikuti oleh banyak SSB terbaik dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Opin saat ditemui di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, seluruh biaya keberangkatan ditanggung oleh masing-masing pemain yang ingin mengikuti turnamen. Keikutsertaan tahun ini merupakan yang kedua kalinya setelah pada tahun sebelumnya SSB GSU juga ambil bagian dalam turnamen serupa yang digelar di Pati, Jawa Tengah.

Selain mengikuti Piala Dunia Anak Indonesia 2026, tim SSB GSU juga direncanakan akan mengikuti beberapa turnamen lainnya selama berada di Pulau Jawa.

Opin berharap ke depan ada kompetisi kelompok umur yang dikelola secara profesional dan digelar secara rutin di Kota Ternate maupun Maluku Utara. Dengan demikian, para pemain binaan akademi sepak bola dan SSB di daerah tidak harus mengeluarkan biaya besar untuk mengikuti turnamen di luar daerah.

‎“Harapan kami ada turnamen usia 13 dan 14 tahun yang digelar secara reguler dan profesional di Ternate. Dengan begitu, anak-anak bisa mendapatkan jam terbang yang cukup tanpa harus selalu ke Pulau Jawa,” ujarnya.

‎Ia menilai kehadiran kompetisi usia dini yang berkelanjutan akan sangat membantu perkembangan bakat pesepak bola muda Maluku Utara sekaligus menjadi wadah pembinaan yang lebih terarah menuju level yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini