Tim Ekspedisi Fly The Spice Islands Promosikan Gamkonora dan Pantai Pancora
HALBAR – Potensi wisata alam dan olahraga petualangan di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mendapat perhatian melalui program Ekspedisi Fly The Spice Islands atau Terbang di Atas Pulau Rempah.
Setelah sebelumnya melakukan penerbangan di kawasan Gunung Gamalama, Ternate, tim ekspedisi yang melibatkan Mapala Universitas Indonesia (UI) dan Basarnas Ternate dijadwalkan melakukan penerbangan paralayang dari puncak Gunung Gamkonora menuju Pantai Pancora, Desa Talaga, Kecamatan Ibu Selatan, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjelajah sekaligus mempromosikan potensi wisata olahraga paralayang di sejumlah wilayah Maluku Utara, khususnya Halmahera Barat.
Kepala Desa Talaga, Yusri Ahya, mengatakan kehadiran olahraga paralayang di Desa Talaga menjadi peluang baru untuk mengembangkan wisata petualangan yang memiliki daya tarik khusus bagi wisatawan pencinta olahraga ekstrem.
Menurut Yusri, konsep wisata tersebut dapat dikembangkan menjadi special interest tourism atau wisata minat khusus yang menyasar wisatawan dengan ketertarikan terhadap olahraga ekstrem dan tantangan alam.
“Ini merupakan konsep wisata olahraga petualangan yang dapat dijual secara khusus kepada peminat olahraga ekstrem, namun tetap memberikan pengalaman yang berkesan. Ini pertama kali wisata seperti ini hadir di Kabupaten Halmahera Barat, khususnya di Desa Wisata Talaga,” ujar Yusri.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Halmahera Barat, Haris Atid, SE.Par., M.Tr.Par.
Ia menilai paralayang berpotensi menjadi salah satu tren wisata minat khusus yang dapat dipasarkan kepada wisatawan, terutama para pencinta olahraga paralayang dan wisata petualangan.
“Ini akan menjadi tren wisata special interest yang dapat dijual kepada pecinta olahraga paralayang,” kata Haris.
Namun, ia menegaskan pengembangan wisata olahraga tersebut tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Diperlukan pengelola yang memiliki kemampuan serta kompetensi dan sertifikasi agar aspek keselamatan wisatawan tetap menjadi prioritas.
“Memang saat ini belum secara masif, karena semuanya harus disertai dengan pengelola yang handal dan bersertifikasi,” jelasnya.
Yusri menambahkan, kehadiran wisata paralayang di kawasan Gunung Gamkonora hingga Pantai Pancora dapat menjadi potensi baru bagi Halmahera Barat ke depan.
“Wisata ini dapat menambah potensi baru untuk Halmahera Barat ke depannya dan dapat kami promosikan untuk wisatawan yang punya nyali untuk uji adrenalin,” ujarnya.
Ia berharap pengembangan wisata olahraga tersebut mendapat dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, pelaku pariwisata hingga komunitas olahraga.
“Harapannya ini dapat dikembangkan dengan kolaborasi multisektor, sehingga di satu sisi tujuan pemasaran pariwisata dapat terakomodir dan di sisi lain angka kunjungan wisatawan juga dapat bertambah dengan adanya daya tarik ini,” pungkasnya.














Tinggalkan Balasan