SPN Polda Maluku Utara Terapkan Kurikulum OBE
SOFIFI – Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara mulai menerapkan kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada tahun anggaran 2026.
Sistem pembelajaran ini diarahkan untuk membentuk Bintara Polri yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi dan keterampilan yang siap diterapkan saat bertugas di tengah masyarakat.
Kepala SPN Polda Maluku Utara, Kombes Pol Anjas Gautama Putra mengatakan, penerapan kurikulum OBE merupakan bagian dari perubahan metode pendidikan Polri yang berorientasi pada hasil atau capaian kompetensi peserta didik.
Menurutnya, melalui kurikulum tersebut, keberhasilan pendidikan tidak lagi hanya diukur dari seberapa banyak materi yang mampu dipahami siswa, tetapi juga dari kemampuan mereka dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan saat menjalankan tugas kepolisian.
“Kurikulum tersebut sudah diberlakukan di semua SPN di seluruh Polda se-Indonesia,” kata Anjas, Senin (10/8/2026).
Ia menjelaskan, penerapan OBE membuat proses pembelajaran di SPN menjadi lebih aktif. Para siswa tidak lagi hanya menerima materi dari tenaga pengajar, tetapi didorong untuk terlibat dalam diskusi, simulasi hingga berbagai bentuk latihan yang berkaitan langsung dengan tugas kepolisian.
“Sekarang siswa lebih banyak berdiskusi dan pelatihan-pelatihan di lapangan. Makanya tenaga pengajar lebih ke membimbing dan mengarahkan,” ujarnya.
Anjas menyebutkan, salah satu fokus dari penerapan sistem tersebut adalah meningkatkan kemampuan Bintara Polri dalam melaksanakan tugas pelayanan masyarakat, terutama pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Hal ini dinilai penting karena SPKT menjadi salah satu bagian pelayanan kepolisian yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, lulusan SPN diharapkan telah memiliki bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap pelayanan sebelum ditempatkan di satuan kewilayahan.
“Output dari sistem ini untuk meningkatkan Bintara Polri berkemampuan SPKT. Supaya bertugas ke depannya di Polres jajaran sudah memahami tugas SPKT dalam melayani masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap, perubahan metode pendidikan tersebut dapat melahirkan personel Polri yang mampu memberikan pelayanan secara profesional sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Harapan saya adalah para siswa yang lulus dari SPN Polda Maluku Utara bisa menjadi sosok yang profesional, dekat dengan masyarakat, dicintai masyarakat dan bisa menjadi penyelesaian segala solusi yang dihadapi masyarakat,” pungkasnya.















Tinggalkan Balasan