Warga Sidangoli Dehe Ngamuk, Tolak Pemberhentian Kades oleh Bupati Halbar: Kantor Desa Dipalang
HALBAR – Kemarahan warga Desa Sidangoli Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), memuncak. Warga menolak keras keputusan Bupati Halbar James Uang yang memberhentikan sementara Kepala Desa (Kades) Sidangoli Dehe.
Sebagai bentuk protes, warga melakukan aksi pemalangan Kantor Desa Sidangoli Dehe, Senin (5/10/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk perlawanan warga terhadap keputusan pemerintah daerah yang dinilai janggal dan tidak berpihak pada aspirasi masyarakat desa.
Dalam aksi itu, warga secara tegas menyatakan menolak Penjabat (Pj) Kepala Desa, Andri Hi. Gani. Mereka juga mendesak Bupati Halbar segera mencabut Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara Kades definitif Sidangoli Dehe.
Warga menilai, pemberhentian kepala desa tidak boleh dilakukan secara sepihak, terlebih jika alasan yang digunakan berkaitan dengan persoalan konflik batas wilayah.
Menurut warga, keputusan pemberhentian tersebut harus memiliki dasar hukum dan melalui mekanisme yang jelas. Mereka mempertanyakan alasan pemerintah daerah memberhentikan Kades definitif di tengah persoalan batas wilayah yang hingga kini masih menjadi konflik.
“Kami menolak Pj Kades dan mempertahankan Kades definitif. Menurut kami, pemberhentian Kades Sidangoli Dehe itu ada keganjilan. Kalau Kades diberhentikan, harus ada mekanismenya, seperti mengundurkan diri, meninggal dunia, atau kalau ada kasus lain harus melalui proses pembuktian sesuai undang-undang,” tegas Yanto Hasan dalam orasinya.
Yanto menilai, persoalan konflik batas wilayah tidak semestinya dijadikan alasan untuk langsung memberhentikan kepala desa tanpa adanya proses yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Bukan karena alasan konflik wilayah lalu langsung diberhentikan. Ini kan tidak etis,” katanya.
Warga juga meminta Bupati Halbar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi sepihak yang belum teruji kebenarannya.
Yanto bahkan meminta Bupati James Uang mengevaluasi kembali keputusan tersebut dan tidak terpengaruh oleh informasi yang menurut warga berasal dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kami minta Bupati jangan mendengarkan informasi hoaks atau bisikan dari oknum yang tidak bertanggung jawab di Desa Sidangoli Dehe. Mereka justru menjadi perusak masyarakat di desa,” ujarnya.
Warga menegaskan aksi pemalangan kantor desa akan terus dilakukan sebagai bentuk protes sampai tuntutan mereka mendapatkan kejelasan.
“Kami mendesak Bupati segera mengaktifkan kembali Kades definitif. Kalau tidak, kami akan terus melakukan pemalangan Kantor Desa sampai masalah ini diselesaikan,” pungkasnya.
Aksi tersebut menunjukkan bahwa polemik pemberhentian sementara Kades Sidangoli Dehe kini telah memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Warga meminta pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap keberatan masyarakat dan segera memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar serta mekanisme pemberhentian Kades definitif tersebut.






Tinggalkan Balasan