Gubernur Sherly Ajak Fatayat NU Jadi Motor Penggerak Ekonomi Baru di Maluku Utara
TERNATE – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk berkolaborasi dengan Fatayat NU, Muslimat NU, dan GP Ansor sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sherly saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan dan Seminar Nasional Pimpinan Wilayah Fatayat NU Provinsi Maluku Utara, Kamis malam (16/07/26), di Aula BLK Ternate.
“Saya ucapkan selamat datang kepada Ibu Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia. Ini kunjungan kedua beliau sebagai Wamen Koperasi di Bumi Maluku Kie Raha. Suatu kehormatan dan penyemangat bagi kami,” ujar Gubernur Sherly.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menyoroti capaian ekonomi Maluku Utara. Berdasarkan data, Maluku Utara tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada tahun lalu, dan di kuartal I tahun ini juga masih berada di angka yang tinggi.
“Namun tantangan kita adalah pertumbuhan ini belum inklusif. Ini menjadi PR kita bersama,” tegasnya.
Gubernur Sherly mengajak seluruh kader Fatayat NU, khususnya ibu-ibu muda dan pelaku UMKM, untuk mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi tersebut. Ia menilai Fatayat NU dengan usia anggota di bawah 47 tahun memiliki energi besar yang perlu dioptimalkan.
“Saya percaya, sebuah daerah tidak mungkin lebih kuat dari kekuatan keluarganya. Ketika perempuan di Fatayat NU kuat secara karakter agama dan juga kuat secara finansial, maka anak-anak akan terlindungi, keluarga akan sehat, dan dari keluarga yang sehat dan kuat itulah akan lahir desa, kabupaten, provinsi, dan negara yang kuat,” jelasnya.
Untuk mendukung hal itu, Pemprov Maluku Utara membuka pintu kolaborasi program. Beberapa tantangan UMKM yang disoroti antara lain akses permodalan, peningkatan kapasitas, kompetensi, dan pendampingan.
“Di sini hadir Dinas Koperasi dan Dinas terkait lainnya. Kita juga punya banyak program di Pemprov yang bisa kita kolaborasikan, mulai dari pencegahan stunting, peningkatan ekonomi keluarga, hingga akses permodalan,” lanjut Gubernur.
Ia juga menyampaikan kabar baik terkait akses pembiayaan. Melalui PNM Mekar, suku bunga pinjaman telah turun dari 24% menjadi 9%. Saat ini PNM Mekar sudah beroperasi di 5 kabupaten/kota di Maluku Utara dan ditargetkan bertambah 5 kabupaten/kota lagi pada tahun depan.
“Hal-hal teknis silakan berkoordinasi dengan dinas terkait. Intinya kami Pemerintah Provinsi Maluku Utara siap bekerja sama, menggunakan kekuatan Fatayat NU. Tadi kata Ibu Wamen, ibu-ibunya masih muda dan sangat bersemangat. Ini akan kita optimalkan agar menjadi motor penggerak ekonomi baru di Maluku Utara,” tegas Gubernur Sherly.
Gubernur Sherly juga mengucapkan selamat kepada Ketua dan seluruh pengurus PW Fatayat NU Maluku Utara yang baru dilantik. Ia berharap pelantikan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi melahirkan program-program nyata yang berdampak bagi perempuan dan ibu-ibu muda di Maluku Utara.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur menitipkan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan dampak yang nyata.
Acara tersebut turut dihadiri Sekda Provinsi Maluku Utara, Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Maluku Utara, Kepala Kantor Kemenag Provinsi Maluku Utara, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Maluku Utara Ibu Rosita Alting, perwakilan Rektor Universitas Hasanuddin, unsur DP3A, pelaku UMKM, Koperasi Merah Putih, serta para pimpinan organisasi dan tamu undangan lainnya.
Acara dilanjutkan dengan pelantikan Ketua PW Fatayat NU Maluku Utara oleh Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj. Dewi Winarti,M.Pd dengan Ketuanya Mardiah Z. Hanafi,S.Pd. GR, dan penandatanganan Berita Acara Pelantikan, serta dirangkai dengan Seminar Nasional dengan tema “Memperkuat Peran Fatayat NU Malut dalam Mewujudkan Koperasi Perempuan yang Sehat, Mandiri, dan Berkontribusi pada Ekonomi Kerakyatan Sesuai Program Pembangunan Koperasi Nasional,” dengan keynote speech Wamen Koperasi, Hj. Farida Faricha.





Tinggalkan Balasan