Dua Pekan Air PDAM Macet, Warga Halmahera Utara Menjerit: Tagihan Tetap Jalan, Pelayanan Lumpuh
TOBELO – Krisis air bersih melanda sejumlah desa di Kabupaten Halmahera Utara (Halut). Selama hampir dua pekan terakhir, distribusi air bersih dari PDAM dilaporkan tidak mengalir normal, bahkan di beberapa wilayah mati total.
Kondisi ini memicu keluhan warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara tagihan rekening air tetap harus dibayar.
Warga desa Wari Aldo mengaku terpaksa mencari sumber air alternatif untuk kebutuhan memasak, mandi, mencuci hingga sanitasi. Mereka menilai pelayanan PDAM sangat mengecewakan karena gangguan distribusi terjadi tanpa adanya penjelasan resmi kepada pelanggan.
“Sudah hampir dua minggu air di lingkungan kami mati total. Kalaupun mengalir hanya menetes kecil. Kami sangat kesulitan beraktivitas. Untuk mandi saja harus mencari air di tempat lain,” keluh Aldo, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperoleh penjelasan dari pihak PDAM, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai penyebab gangguan maupun waktu normalisasi distribusi air.
“Kami sudah datang langsung ke kantor PDAM dan menghubungi petugas, tetapi tidak ada penjelasan. Seharusnya kalau ada gangguan, masyarakat diberi informasi. Jangan dibiarkan menunggu tanpa kepastian,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan komitmen PDAM dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Pasalnya, meski air tidak mengalir selama berhari-hari, kewajiban membayar tagihan tetap diberlakukan.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara segera turun tangan mengevaluasi kinerja PDAM dan memastikan persoalan distribusi air bersih segera ditangani,”tandasnya.
Mereka juga meminta manajemen PDAM terbuka menyampaikan penyebab gangguan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, kierahapost.com masih berupaya mengkonfirmasi PDAM
Halmahera Utara.



Tinggalkan Balasan