Haidar Alwi: Tak Ada Nama Anak Kapolri dalam Struktur PT Position
JAKARTA – Pendiri Haidar Alwi Institut, Haidar Alwi, menegaskan bahwa tidak ditemukan bukti keterlibatan anak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam struktur kepemilikan maupun kepengurusan PT Position.
Penegasan ini disampaikan Haidar untuk menepis tuduhan yang sebelumnya dilontarkan oleh Forum Mahasiswa Pascasarjana (Formaps) Maluku Utara. Forum tersebut menuding adanya keterlibatan keluarga Kapolri dalam perusahaan tambang melakukan praktik melanggar hukum serta menimbulkan persoalan sosial di daerah tersebut.
”Berdasarkan hasil penelusuran kami, tidak ada nama anak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, baik dalam struktur kepemilikan maupun kepengurusan PT Position,” ujar Haidar Alwi baru-baru ini
Menurut Haidar, data resmi yang diperolehnya dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) menunjukkan bahwa jajaran direksi dan komisaris PT Position didominasi oleh sejumlah nama pengusaha nasional dan asing. Tak satu pun di antaranya berhubungan dengan keluarga Kapolri.
Ia juga mengurai kepemilikan saham perusahaan tersebut, yang terdiri dari Nickel International Capital Pte. Ltd. asal Singapura dengan 49 persen saham, dan PT Tanito Harum Nickel dengan 51 persen saham.
Kedua perusahaan itu, kata Haidar, memiliki kaitan erat dengan grup usaha Harum Energy, yang dikendalikan oleh keluarga pengusaha Barki melalui PT Karunia Bara Perkasa.
”Struktur kepemilikan PT Position sangat jelas, semuanya bisa diverifikasi secara terbuka melalui dokumen resmi. Tidak ada satu pun indikasi kepemilikan oleh pihak yang disebut-sebut dalam isu itu,” tegasnya.
Haidar menilai, tuduhan tanpa dasar seperti ini berpotensi menimbulkan keresahan publik dan dapat mencoreng reputasi individu maupun institusi. Ia meminta semua pihak agar berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
”Setiap tuduhan harus didasari bukti kuat. Jika tidak, itu hanya spekulasi yang bisa memperkeruh suasana, apalagi di tengah situasi politik dan sosial yang sensitif seperti sekarang,” pungkasnya.








Tinggalkan Balasan