Mako Polda Maluku Utara Resmi Dipindahkan ke Sofifi, Ini Kata Kapolda
SOFIFI – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara menegaskan pentingnya perpindahan Markas Komando (Mako) Polda dari Kota Ternate ke Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara.
Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung program pemerintah dalam memaksimalkan operasional pemerintahan di Sofifi.
Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, mengatakan, perpindahan Mako Polda membutuhkan dukungan penuh dari seluruh jajaran internal agar dapat berjalan optimal dan sejalan dengan penguatan fungsi Sofifi sebagai pusat pemerintahan provinsi.
Menurut Jenderal dua bintang itu, kondisi Mako Polda Maluku Utara yang saat ini berada di Ternate sudah tidak lagi memadai. Keterbatasan ruang kerja menyebabkan sejumlah satuan kerja harus berkantor di luar Mako, bahkan memanfaatkan gedung milik pemerintah daerah dan Polres Ternate.
Sebaliknya, Mako Polda Maluku Utara yang berada di Sofifi sebenarnya sudah memenuhi standar. Namun saat ini baru ditempati satu kompi Ditsamapta dan Subdit K9, sehingga banyak ruangan yang tidak terpakai dan tidak terawat,” jelasnya, Waris, Kamis (1/1/2026).
rang nomor satu di Mapolda itu juga menyoroti dampak operasional akibat konsentrasi personel yang masih terpusat di Ternate. Kondisi tersebut dinilai menghambat kecepatan penanganan konflik sosial maupun bencana alam, khususnya di wilayah Halmahera.
Meski demikian, Kapolda mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam rencana perpindahan tersebut. Di antaranya kondisi gedung Mako Polda di Sofifi yang mengalami kerusakan di beberapa bagian sehingga memerlukan renovasi dan perbaikan. Selain itu, sebagian besar personel Polda Maluku Utara masih berdomisili di Ternate, ditambah keterbatasan serta kondisi rumah dinas yang juga membutuhkan pembenahan.
Sementara itu, eks Mako Polda Maluku Utara di Ternate direncanakan akan dialihfungsikan menjadi Rumah Sakit Bhayangkara.
Rencana ini dilakukan mengingat fasilitas RS Bhayangkara yang saat ini berada di kompleks Polres Ternate dinilai sudah tidak memadai, sehingga pelayanan kesehatan bagi personel Polri belum berjalan maksimal.
Dalam bidang pembinaan sumber daya manusia, Kapolda mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 jumlah personel Polda Maluku Utara dan jajaran mengalami peningkatan sebanyak 28 personel atau 0,4 persen. Namun demikian, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal.
“Saat ini Polda Maluku Utara masih kekurangan sekitar 6.704 personel atau 49 persen dari kebutuhan ideal berdasarkan Daftar Susunan Personel (DSP), yang seharusnya berjumlah 13.698 personel,”tandasnya.
Adapun proporsi personel Polda Maluku Utara terdiri dari Pati 0,02 persen, Pamen 1,4 persen, Pama 8,7 persen, Bintara 85 persen, Tamtama 3 persen, serta ASN Polri 1,3 persen.
Untuk sebaran personel, Polda Maluku Utara menampung 43 persen dari total kekuatan, disusul Polres Ternate 8,1 persen, Polresta Tidore 6 persen, dan polres jajaran lainnya di wilayah Maluku Utara.
Kapolda menegaskan bahwa penataan kelembagaan serta pemenuhan kebutuhan personel akan terus menjadi prioritas guna meningkatkan kinerja dan pelayanan Polri kepada masyarakat Maluku Utara.






Tinggalkan Balasan