Mulai 1 Juli, Gerbang Pelabuhan Jailolo Ditutup Total! Arus Kendaraan Dialihkan Selama Tiga Bulan
HALBAR – Aktivitas keluar masuk kendaraan di Pelabuhan Jailolo akan mengalami perubahan besar.
Terhitung mulai 1 Juli 2026, akses melalui gerbang utama pelabuhan ditutup sementara akibat proyek penataan gapura yang dilakukan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo.
Selama pekerjaan berlangsung, seluruh kendaraan diwajibkan menggunakan jalur alternatif melalui kawasan Festival Teluk Jailolo (FTJ).
Pengalihan arus ini diperkirakan berlangsung selama tiga bulan hingga pekerjaan konstruksi dan masa perawatan beton rampung.
Kepala UPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim, mengatakan penataan gapura dilakukan karena keberadaan gerbang pelabuhan saat ini dinilai sudah tidak lagi mampu mengakomodasi tingginya aktivitas kendaraan, terutama saat kapal sandar dan proses bongkar muat berlangsung.
Menurutnya, posisi gerbang yang berada sangat dekat dengan jalan utama kerap memicu antrean panjang hingga menyebabkan kemacetan di ruas jalan nasional yang melintasi kawasan Pelabuhan Jailolo.
“Pengalihan arus kendaraan telah mendapat persetujuan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat sebagai pengelola kawasan FTJ. Langkah ini dilakukan agar pekerjaan berjalan aman sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di lokasi proyek,” ujar Rosihan, Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan, selain untuk menyelesaikan pembangunan gapura, waktu tiga bulan juga diperlukan untuk memastikan kualitas konstruksi, termasuk proses perawatan beton agar bangunan memiliki kekuatan maksimal.
UPP Kelas III Jailolo mengimbau seluruh pengguna jasa pelabuhan, sopir angkutan, serta masyarakat agar menyesuaikan rute perjalanan dan mematuhi petunjuk lalu lintas yang telah disiapkan selama pengalihan berlangsun.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini. Penataan gapura dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan, kelancaran arus kendaraan, dan kualitas pelayanan di Pelabuhan Jailolo,” tutupnya.










Tinggalkan Balasan