Kejati Maluku Utara Luncurkan PENYALA, Pengawasan Kinerja Kini Lebih Efektif
TERNATE – Kejaksaan Tinggi Maluku Utara menghadirkan inovasi baru dalam meningkatkan kualitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui proyek perubahan bertajuk PENYALA (Peningkatan Kinerja SDM untuk Jaminan Kualitas).
Program yang digagas Wakil Kepala Kejati Maluku Utara, Tjakra Suyana Eka Putra, tersebut menjadi solusi atas tantangan pengawasan kinerja di wilayah kepulauan.
Kondisi geografis Maluku Utara yang terdiri dari pulau-pulau dengan akses transportasi yang terbatas selama ini menjadi kendala dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan kerja.
Namun, melalui PENYALA, Kejati Maluku Utara berhasil menghadirkan sistem kerja yang lebih modern, efektif, transparan, dan akuntabel berbasis teknologi informasi.
PENYALA merupakan implementasi Perintah Harian Jaksa Agung RI Tahun 2024, khususnya penguatan “Trisula Penggerak”, yakni Pengawasan, Pembinaan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat).
Ketiga fungsi tersebut diintegrasikan dalam satu sistem yang saling terhubung sehingga proses pembinaan dan evaluasi kinerja dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui pemantauan virtual secara rutin setiap dua pekan, seluruh satuan kerja di wilayah hukum Kejati Maluku Utara dapat dipantau tanpa harus melakukan perjalanan dinas ke daerah kepulauan. Langkah ini tidak hanya memangkas biaya operasional, tetapi juga memastikan pengawasan tetap berjalan optimal.
Selain meningkatkan efisiensi anggaran, PENYALA menghasilkan data kinerja yang objektif melalui analisis kesenjangan (gap) kinerja. Data tersebut menjadi dasar bagi pimpinan dalam mengambil keputusan terkait mutasi, promosi jabatan, hingga pemberian penghargaan kepada pegawai secara lebih adil dan profesional.
Program ini juga mendorong penyusunan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang lebih tepat sasaran. Materi pelatihan disusun berdasarkan hasil evaluasi nyata di lapangan sehingga mampu menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi aparatur.
Tak hanya itu, PENYALA berhasil memperkuat sinergi antarbidang di lingkungan Kejati Maluku Utara. Kolaborasi antara Pengawasan, Pembinaan, dan Badiklat kini berjalan lebih efektif sehingga mampu menghilangkan sekat-sekat sektoral yang selama ini menjadi tantangan dalam pelaksanaan tugas.
Wakil Kepala Kejati Maluku Utara, Tjakra Suyana Eka Putra, mengatakan PENYALA merupakan fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kualitas pelayanan.
“PENYALA adalah fondasi bagi kita untuk menjaga marwah institusi agar tetap modern, kredibel, profesional, dan adaptif terhadap tantangan global, khususnya di wilayah kepulauan,” ujar Tjakra, Selasa (7/7/2026).
Dengan keberhasilan implementasi proyek perubahan ini, Kejati Maluku Utara kini memiliki sistem penjaminan mutu SDM yang berkelanjutan.
Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan hukum sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan.











Tinggalkan Balasan