Hutan Porniti Terbakar, Api Merembet ke RSUD Jailolo dan Permukiman
HALBAR – Kebakaran hutan terjadi di Desa Porniti, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara. Kobaran api bahkan merembet hingga ke areal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo dan sejumlah perumahan warga di Desa Acango.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 09.05 WIT. Informasi kebakaran diterima petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Halbar dari Kepala Desa Porniti.
Mendapat laporan tersebut, Damkar Halbar bergerak cepat. Sebanyak 20 personel dikerahkan menggunakan dua unit mobil pemadam menuju lokasi kebakaran.
Petugas berangkat sekitar pukul 09.10 WIT dengan jarak tempuh kurang lebih dua kilometer. Proses penanganan dan pemadaman api berlangsung hingga Rabu dini hari sekitar pukul 00.27 WIT.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Halbar, Djurahman Selpia, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menurut Djurahman, kondisi musim kemarau membuat kawasan hutan dan lahan sangat rentan terbakar. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami berharap seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mari kita hindari pembakaran lahan sembarangan, tidak membuang puntung rokok atau benda yang dapat memicu api,” ujar Djurahman.
Djurahman juga memastikan proses pemadaman tidak mengalami kendala berarti. Mobil pemadam dapat masuk ke lokasi sehingga petugas bisa melakukan penanganan terhadap titik-titik api.
Ia menjelaskan, kawasan hutan yang terbakar tersebut sebelumnya dikenal masyarakat dengan sebutan Gamjaha, atau kampung tenggelam. Lokasi itu dikelilingi oleh lahan perkebunan milik warga.
Usai api berhasil dipadamkan, petugas Damkar Halbar melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kawasan yang terbakar untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali.Dari hasil penanganan, tidak ditemukan korban jiwa maupun kerugian akibat kebakaran pada kawasan hutan dan sekitar perkebunan warga.
Djurahman kembali mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.
“Dengan kepedulian dan kerja sama kita semua, semoga lingkungan tetap aman, asri, dan terbebas dari karhutla. Mari cegah kebakaran sejak dini demi keselamatan dan kebaikan bersama,” pungkasnya.












Tinggalkan Balasan