Bupati Halbar Buka Suara Soal Pencopotan Kadis DKP yang Terseret Kasus Kapal Rp 5 Miliar
HALBAR – Bupati Halmahera Barat (Halbar), James Uang, akhirnya buka suara terkait pergantian Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Halbar, Agustinus Maholle, namanya ikut dikaitkan dengan dugaan korupsi proyek pengadaan kapal tangkap fiberglass senilai Rp 5 miliar lebih.
James Uang menegaskan, Agustinus Maholle bukan dicopot dari jabatannya. Menurutnya, Agustinus telah mengundurkan diri sekitar satu bulan lalu.
“Me itu so mengundurkan diri dari Kadis satu bulan lalu, sekarang so tunjuk Plt, kong bagaimana dibilang dicopot.” tegas James Uang.
Pernyataan tersebut disampaikan James untuk meluruskan informasi yang menyebut Agustinus dicopot dari jabatan Kepala DKP Halbar karena terseret dalam kasus dugaan korupsi.
Ia mengatakan, setelah Agustinus mengundurkan diri, Pemkab Halbar telah menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) untuk menjalankan tugas Kepala DKP.
“Dia so mengundurkan diri satu bulan lalu, jadi sekarang sudah ada Plt. Bagaimana bisa dibilang dicopot?” ujarnya.
Kasus yang menjadi sorotan berkaitan dengan proyek pengadaan Kasko 3 GT kapal tangkap fiberglass beserta alat tangkap ikan dan sarana keselamatan pelayaran pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Halmahera Barat Tahun Anggaran 2024.
Proyek tersebut memiliki nilai mencapai Rp 5.027.650.450 dan bersumber dari APBD Kabupaten Halmahera Barat Tahun Anggaran 2024.
Dalam proyek tersebut, Agustinus Maholle diketahui menjabat sebagai Kepala DKP Halbar. Selain itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor pelaksana juga disebut memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan proyek tersebut.
Munculnya dugaan korupsi dalam proyek pengadaan kapal tersebut kemudian menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak mempertanyakan proses pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran daerah hingga mencapai miliaran rupiah.
Meski demikian, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum. Penetapan adanya tindak pidana maupun pihak yang bertanggung jawab sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti.
Sementara itu, Bupati James Uang kembali menegaskan, pergantian pimpinan di DKP Halbar bukan merupakan pencopotan akibat kasus tersebut.
“Jadi bukan dicopot. Yang bersangkutan sudah mengundurkan diri, dan kita sudah tunjuk Plt untuk menjalankan tugas.” pungkasnya












Tinggalkan Balasan