Fahmi Albaar Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku Bom Ikan di Halbar
HALBAR – Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Barat, Fahmi Albaar, mendesak aparat penegak hukum menindak tegas praktik penangkapan ikan menggunakan bom dan racun di wilayah perairan Halmahera Barat.
Ia juga meminta dinas terkait tidak sekadar menunggu kerusakan terjadi, tetapi aktif melakukan edukasi dan pencegahan.
Politikus Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan I, Jailolo – Jailolo Selatan, itu mengatakan praktik bom ikan harus dihentikan karena dampaknya tidak hanya merusak ekosistem laut, tetapi juga mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan yang menjadi tumpuan masyarakat.
“Untuk kepentingan sesaat, jangan sampai kita mengorbankan keberlangsungan ekosistem laut dan kehidupan manusia dalam jangka panjang,” kata Fahmi kepada Kierahapost.com, (18/10/2026).
Menurut dia, penggunaan bom dan racun untuk menangkap ikan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Praktik tersebut, kata Fahmi, harus diusut secara tuntas oleh aparat berwenang agar tidak terus berulang.
“Alasan apa pun tidak bisa dijadikan pembenaran untuk melakukan pengeboman ikan di laut, terlebih dengan daya ledak tinggi yang merusak alam laut,” ujarnya.
Fahmi juga mendesak agar penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu. Ia menilai tindakan tegas diperlukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus mencegah praktik serupa terulang di perairan Halmahera Barat.
Namun, menurut Fahmi, penindakan saja tidak cukup. Dinas terkait perlu memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya bom dan racun ikan, termasuk dampaknya terhadap habitat laut, keberlanjutan hasil tangkapan, dan kehidupan nelayan pada masa mendatang.
Ia meminta langkah pencegahan dilakukan secara masif melalui pendekatan persuasif dan sosialisasi langsung kepada masyarakat pesisir. Dengan begitu, kesadaran untuk menjaga laut tidak hanya muncul setelah adanya penindakan hukum.
“Dinas terkait harus melakukan edukasi secara masif dan pencegahan dini. Pendekatan persuasif penting agar masyarakat memahami dampak buruk pengeboman ikan dan tidak lagi menggunakan cara tersebut,” kata Fahmi.
Fahmi berharap aparat penegak hukum dan instansi teknis terkait bergerak bersama untuk menghentikan praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan.
Menurut dia, perlindungan laut membutuhkan penegakan hukum yang konsisten sekaligus kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem perairan Halmahera Barat.







Tinggalkan Balasan