Kajati Maluku Utara Jatuh Hati pada Pesona Pulau Meti, Minta Pemda Serius Benahi Fasilitas Wisata

Kajati Maluku Utara Sufari bersama PJU Kejati (Foto/istimewa)

TERNATE – Kekaguman terpancar dari Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Sufari, saat menjejakkan kaki di Pulau Meti, salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Halmahera Utara.

Di balik keindahan pasir putih dan laut biru yang membentang, Sufari melihat potensi besar yang belum sepenuhnya digarap dengan baik. Ia pun mendorong pemerintah daerah agar lebih serius membenahi fasilitas penunjang wisata demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Pulau Meti ini luar biasa indah. Siapa pun yang datang pasti merasa nyaman. Tapi sayang, fasilitasnya masih perlu banyak pembenahan,” ungkap Sufari saat ditemui di diruang kerjanya, Jumat (24/4/2026).

Kunjungan itu dilakukan usai agenda kerja di Kejaksaan Negeri Halmahera Utara. Sufari bersama rombongan menyempatkan diri menikmati langsung suasana Pulau Meti yang dikenal sebagai destinasi favorit wisata keluarga.

Namun di balik pesonanya, ia menyoroti kondisi infrastruktur yang belum memadai, terutama dermaga sebagai akses utama menuju pulau.

“Kalau akses masuk saja sudah kurang nyaman, tentu ini jadi catatan penting. Dermaga harus segera dibenahi agar wisatawan merasa aman dan nyaman,” katanya.

Menurutnya, pembenahan fasilitas dasar seperti dermaga, area parkir, hingga sarana umum lainnya akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan sektor pariwisata di daerah tersebut.

Jaksa dua bintang itu juga menekankan, pengembangan wisata tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterlibatan masyarakat lokal. Ia mendorong agar pemuda dan pelaku UMKM dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan wisata.

“Di sinilah peluang masyarakat. UMKM bisa tumbuh, anak muda bisa ambil peran. Kalau dikelola bersama, dampaknya pasti terasa langsung ke kesejahteraan warga,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan dana desa untuk mendukung pengembangan potensi wisata yang ada.

“Dana desa bisa diarahkan untuk mendukung fasilitas wisata. Ini langkah nyata untuk mendorong ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata,” tambahnya.

Perjalanan menuju Pulau Meti sendiri terbilang cukup mudah. Dari Sofifi ke Halmahera Utara dapat ditempuh kurang dari empat jam, lalu dilanjutkan dengan perahu ketinting dari Desa Mewa selama sekitar 10 menit dengan tarif Rp 30 ribu per orang.

Sesampainya di lokasi, wisatawan akan disambut panorama alam yang memikat, lengkap dengan fasilitas penginapan mulai dari Rp 700 ribu untuk kamar standar hingga Rp 1,5 juta untuk kategori VVIP per orang, serta hiburan musik yang menambah suasana santai.

Dengan segala keindahan yang dimiliki, Pulau Meti diyakini mampu menjadi ikon wisata Maluku Utara. Sufari berharap, sentuhan serius dari pemerintah daerah dapat mengangkat potensi ini ke tingkat nasional.

“Kalau dikelola dengan hati dan serius, Pulau Meti bisa jadi kebanggaan Maluku Utara,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini