Tamin Sebut Dodinga Layak Jadi Tuan Rumah FTJ

Kierahapost.com Riski Samsudin
FTJ 2026 di Desa Dodinga Halmahera Barat (Foto/istimewa)

HALBAR – Dukungan terhadap keputusan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat memusatkan pelaksanaan Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 di Desa Dodinga, Kecamatan Jailolo Selatan, terus mengalir.

‎Mantan Anggota DPRD Halmahera Barat, Tamin Ilan Abanun, menilai lokasi tersebut merupakan pilihan yang tepat dan strategis untuk memperluas dampak festival bagi masyarakat dan sektor pariwisata daerah.

Menurut Tamin, masih ada sebagian pihak yang mempersoalkan lokasi pelaksanaan FTJ karena tidak berada di kawasan Teluk Jailolo. Padahal, kata dia, konsep festival daerah tidak dibatasi oleh nama maupun lokasi tertentu, melainkan bagaimana kegiatan tersebut mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi daerah.

“Festival daerah bukan soal nama dan tidak harus terpaku pada satu titik lokasi. Yang terpenting adalah bagaimana festival itu mampu menjangkau masyarakat lebih luas dan memperkuat identitas daerah,” kata Tamin, Sabtu (6/6/2026).

‎Ia menegaskan, pemusatan FTJ 2026 di Dodinga justru menjadi langkah strategis karena wilayah tersebut berada pada posisi yang dapat menjangkau masyarakat dari berbagai penjuru Halmahera Barat, termasuk komunitas adat dan suku-suku asli yang selama ini menjadi bagian penting dari kekayaan budaya daerah.

Menurutnya, pendekatan seperti ini sejalan dengan semangat pemerataan pembangunan dan promosi daerah. Sebab, festival bukan hanya agenda hiburan tahunan, melainkan instrumen untuk memperkenalkan potensi wilayah, budaya, serta daya tarik wisata kepada publik yang lebih luas.

“Kalau FTJ hanya dipandang sebagai festival budaya, maka itu terlalu sempit. Festival ini juga menjadi sarana memperkenalkan identitas daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Tamin menilai Dodinga memiliki nilai strategis yang tidak dimiliki banyak wilayah lain di Halmahera Barat. Selain dikenal sebagai salah satu pintu masuk menuju Halmahera Barat, Dodinga juga memiliki posisi geografis yang mendukung pengembangan sektor pariwisata dan konektivitas antarwilayah.

Karena itu, ia mengaku tidak sependapat dengan pandangan yang menilai FTJ harus selalu dilaksanakan di kawasan Teluk Jailolo.

Menurutnya, pola pikir seperti itu justru membatasi ruang pengembangan festival yang selama ini menjadi ikon pariwisata Halmahera Barat.

“Justru dengan membawa FTJ ke Dodinga, masyarakat luar akan semakin mengenal potensi wilayah ini. Dampaknya bukan hanya untuk Dodinga, tetapi juga bagi promosi pariwisata Halmahera Barat secara keseluruhan,” tegasnya.

Tamin juga mengapresiasi konsep dan rangkaian kegiatan FTJ 2026 yang sebagian besar dipusatkan di Lapangan Dodinga.

‎Ia optimistis pelaksanaan festival tahun ini akan memberikan warna baru sekaligus memperkuat posisi Halmahera Barat sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Maluku Utara.

“Dodinga adalah pintu gerbang strategis Halmahera Barat. Karena itu, menjadikannya sebagai pusat FTJ 2026 merupakan keputusan yang tepat dan layak didukung semua pihak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini