Guru dan Siswa Maluku Utara Donasikan Rp 276 Juta untuk Korban Gempa NTT
SOFIFI – Kepedulian terhadap korban bencana ditunjukkan keluarga besar dunia pendidikan di Maluku Utara. Guru dan siswa SMA, SMK, serta SLB se-Maluku Utara berhasil menggalang dana kemanusiaan sebesar Rp 276.781.300 untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dana tersebut merupakan hasil sumbangan sukarela yang dihimpun dari berbagai satuan pendidikan di Maluku Utara. Bantuan kemudian disalurkan melalui Bank Maluku Malut berdasarkan rekening yang diterima dari Pemerintah Provinsi NTT.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan penggalangan dana tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas terhadap sesama warga negara yang sedang menghadapi musibah.
“Ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. Sumbangan ini diberikan secara sukarela dan dengan penuh keikhlasan, semata-mata untuk membantu saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi musibah,” ujar Abubakar, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, gerakan kemanusiaan yang melibatkan guru dan siswa tersebut memiliki makna lebih luas. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter dan kepedulian sosial peserta didik.
Abubakar menilai aksi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana nilai empati dan gotong royong dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan tidak hanya berbicara tentang proses belajar mengajar di ruang kelas. Pendidikan juga harus menumbuhkan kepedulian, empati, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan siswa SMA, SMK, serta SLB di Maluku Utara yang telah ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut.
“Atas nama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh guru dan siswa yang telah berpartisipasi. Semoga keikhlasan ini menjadi amal kebaikan dan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita di NTT,” ucapnya.
Bantuan senilai Rp276 juta lebih itu menjadi bentuk solidaritas dari Maluku Utara untuk NTT. Meski dipisahkan jarak geografis, kepedulian terhadap sesama tetap dapat diwujudkan melalui aksi nyata.
Bagi keluarga besar pendidikan Maluku Utara, penggalangan dana tersebut bukan sekadar tentang jumlah uang yang terkumpul. Aksi ini juga menjadi pembelajaran bagi para siswa tentang arti kemanusiaan, kepedulian, dan pentingnya membantu sesama yang sedang menghadapi kesulitan.











Tinggalkan Balasan