Bhayangkari Peduli Hadir di Maluku Utara, 1.100 Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis
SOFIFI – Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sapta Dewi Magdalena Listyo bersama rombongan Bhayangkari hadir di Maluku Utara melalui program Bhayangkari Peduli dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Sofifi, Kamis (27/8/2026), dengan menyasar masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, mulai dari pelayanan kesehatan, bantuan sosial hingga pembangunan sarana air bersih dan sanitasi.
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman mengatakan, program Bhayangkari Peduli sebelumnya dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana.
“Setelah dari NTT, rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan ke Maluku Utara,” kata Arif.
Di Maluku Utara, rangkaian kegiatan Bhayangkari Peduli meliputi dua agenda utama, yakni bakti kesehatan dan bakti sosial.
Untuk bakti kesehatan, kegiatan dipusatkan di Polda Maluku Utara dan RSUD Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Sebanyak 1.100 orang mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Tidak hanya pemeriksaan kesehatan, Bhayangkari juga menggelar sunatan massal bagi 50 anak, pemeriksaan gigi untuk 30 anak SLB dan SD, serta pemeriksaan mata sekaligus pembagian kacamata baca kepada 100 lanjut usia.
Pelayanan kesehatan turut diberikan kepada 100 ibu hamil berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin. Sementara itu, sebanyak 145 anak stunting mendapatkan pemeriksaan kesehatan sekaligus bantuan.
Bhayangkari juga menyerahkan alat bantu kepada 50 penyandang disabilitas dan lansia yang membutuhkan. Sementara tindakan medis lainnya meliputi operasi bibir sumbing bagi tiga orang dan operasi katarak terhadap 30 orang.
Selain pelayanan kesehatan, program Bhayangkari Peduli juga diwujudkan melalui penyaluran 2.500 paket bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat juga diberikan melalui pembangunan sarana MCK dan sumur bor. Secara keseluruhan, terdapat sembilan titik sarana dasar yang dibangun di enam desa, terdiri dari tiga titik MCK dan enam titik sumur bor.
Di Kota Tidore Kepulauan, pembangunan MCK dilakukan di Desa Akekolano dan Desa Galala. Sementara pembangunan sumur bor masing-masing satu titik di Desa Akekolano dan dua titik di Desa Galala.
Sedangkan di Kabupaten Halmahera Utara, satu titik MCK dibangun di Desa Talaga Paca. Adapun tiga titik sumur bor masing-masing berada di Desa Talaga Paca, Desa Supu dan Desa Ngofakiaha.
Arif mengatakan, pembangunan sarana tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi yang layak, terutama di tengah kondisi musim kemarau panjang.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Arif, kehadiran Bhayangkari di tengah masyarakat diharapkan memberikan manfaat secara langsung, baik melalui pelayanan kesehatan, bantuan sosial maupun pemenuhan kebutuhan dasar.
“Harapan kami, kehadiran Bhayangkari dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.
Setelah Maluku Utara, rangkaian program Bhayangkari Peduli selanjutnya akan dilanjutkan ke Tual, Provinsi Maluku.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Bhayangkari untuk terus hadir dan memberikan perhatian serta manfaat bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.












Tinggalkan Balasan