Catut Nama Kompol Haris, Oknum Tipu Lewat WhatsApp

Foto Kompol Haris Akhmat (Dok/Yasim Mujair/Kierahapsot.com)

TERNATE – Nama Kompol Haris Akhmat Basuki, Kasubdit III Ditreskrimum Polda Maluku Utara, diduga dicatut oknum tidak bertanggung jawab untuk menjalankan modus meminta keuntungan melalui pesan WhatsApp.

Pencatutan nama tersebut mencuat di tengah momentum perpindahan atau mutasi jabatan Kompol Haris. Oknum tersebut diduga memanfaatkan situasi itu dengan mengaku sebagai Kompol Haris dan menghubungi sejumlah pihak untuk meminta, mendapatkan, atau menikmati keuntungan tertentu.

Kompol Haris Akhmat Basuki pun angkat bicara. Ia membantah tegas bahwa dirinya pernah melakukan tindakan tersebut.

“Saya meluruskan, tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu,” tegas Kompol Haris kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).

Ia menegaskan hanya menggunakan satu nomor telepon seluler. Karena itu, apabila ada pihak yang menerima pesan WhatsApp dari nomor lain dengan mengatasnamakan dirinya, dipastikan harus diwaspadai.

“Pihak-pihak yang dihubungi jangan menggubris hal tersebut. Saya hanya memiliki satu nomor handphone,” ujarnya.

Menurut Haris, dugaan aksi pencatutan nama itu menyasar sejumlah pihak, termasuk badan usaha dan pihak-pihak terkait lainnya.

Ia meminta masyarakat maupun pihak yang pernah menerima komunikasi dari oknum yang mengaku sebagai dirinya agar tidak mudah percaya, terlebih jika komunikasi tersebut berujung pada permintaan uang, fasilitas, maupun keuntungan.

“Kepada pihak-pihak yang telah atau merasa dihubungi, agar waspada dan hati-hati serta tidak menggubris,” katanya.

Hingga saat ini, kata Haris, belum terdeteksi adanya pihak yang melaporkan diri sebagai korban dari dugaan modus tersebut.

Meski belum ada laporan korban, dugaan pencatutan nama pejabat kepolisian ini menjadi perhatian. Polda Maluku Utara akan menindaklanjutinya melalui penyelidikan awal secara internal guna mengetahui siapa pihak yang berada di balik aksi tersebut.

“Kami akan tindaklanjuti di internal untuk penyelidikan awal,” tegasnya.

Kompol Haris kembali mengingatkan seluruh pihak agar tidak mudah percaya terhadap pesan atau komunikasi yang mengatasnamakan dirinya. Terlebih apabila komunikasi tersebut disertai permintaan keuntungan tertentu.

Pihak yang menerima pesan mencurigakan diminta tidak melayani permintaan tersebut dan segera memastikan kebenaran identitas pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini