Semaindo Desak Kapolda Maluku Utara Copot Kasat Reskrim Polres Halbar
HALBAR – Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat (Semaindo-Halbar) DKI Jakarta mendesak Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, untuk segera mencopot Kasat Reskrim Polres Halbar, Iptu Ikra Patamani. Desakan itu muncul karena dianggap lambat dalam menangani sejumlah dugaan kasus korupsi di Halmahera Barat.
Ketua Umum Semaindo-Halbar DKI Jakarta, Sahrir Jamsin, menilai Iptu Ikra Patamani gagal menunjukkan kinerja optimal dalam penegakan hukum. Menurutnya, sejumlah dugaan tindak pidana korupsi yang ditangani Polres Halbar hingga kini tak kunjung tuntas.
“Misalnya kasus dugaan korupsi anggaran program Pilot Inkubis Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-Pel) Kemendes PDTT di Desa Ratem, Kecamatan Jailolo Selatan senilai Rp 1,4 miliar. Sampai saat ini belum ada penetapan tersangka. Kami menilai Polres Halbar lambat tangani kasus korupsi. Kapolda sudah layak copot Kasat dari jabatannya,” tegas Sahrir, Selasa (16/9/2025).
Selain itu, Sahrir juga menyoroti dugaan penyalahgunaan dana pembangunan jalan hotmix di depan Puskesmas Loloda Tengah (Loteng) senilai Rp 15 miliar yang bersumber dari APBD 2024. Ia menilai lemahnya kinerja Unit Tipikor Polres Halbar menunjukkan ketidakberanian dalam memberantas korupsi.
“Kasat Reskrim tidak punya ‘gigi’. Kadis Kesehatan Novelheins Sakalaty sudah dipanggil tapi tidak hadir, kok tidak dipanggil ulang? Ada apa? Masa hanya sekelas Kadis Kesehatan saja tidak berani periksa,” sesalnya.
Sahrir, yang akrab disapa Oyap, menegaskan bahwa kinerja aparat yang lamban berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Kapolda jangan ‘piara’ anak buah yang kerjanya lambat. Masih banyak Kasat Reskrim lain yang lebih mampu menangani kasus dugaan korupsi dibanding Ikra,” pungkasnya (Put)







Tinggalkan Balasan