Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Berbuah Hasil, 90 Persen Tumbuh dan Pulihkan Ekosistem Pesisir
HALUT – Komitmen PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dalam mendukung pelestarian lingkungan kembali menunjukkan hasil nyata.
Program penanaman mangrove yang dilaksanakan bersama pemerintah dan masyarakat di pesisir Desa Kao, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, tiga tahun lalu kini berhasil memulihkan ekosistem pesisir yang sebelumnya mengalami degradasi.
Program yang dimulai pada Juni 2023 itu melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara, DLH Kabupaten Halmahera Utara, Pemerintah Desa Kao, serta Komunitas Green Kaidati.
Sebanyak 600 bibit mangrove ditanam pada area seluas sekitar 0,8 hektare di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Desa Kao.Setelah tiga tahun berjalan, tingkat keberhasilan program tersebut mencapai sekitar 90 persen.
Ribuan mangrove yang tumbuh subur kini menghijaukan kawasan Sungai Naul dan mengubah wilayah yang sebelumnya terdegradasi menjadi habitat baru bagi berbagai jenis satwa serta biota pesisir.
Pengelolaan kawasan dilakukan secara berkelanjutan oleh Komunitas Green Kaidati yang selama ini aktif menjaga dan merawat kawasan mangrove tersebut. Kehadiran hutan mangrove dinilai memberikan dampak positif terhadap perlindungan pesisir dari ancaman abrasi serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem.
Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) memiliki peran penting dalam upaya restorasi lingkungan pesisir. Selain berfungsi menahan laju abrasi dan intrusi air laut, mangrove juga menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis ikan, kepiting, dan biota laut lainnya yang mendukung kehidupan masyarakat pesisir.
Sebelum program ini dijalankan, sebagian wilayah pesisir Desa Kao diketahui rentan terhadap abrasi dan kenaikan muka air laut yang berpotensi mengancam permukiman warga. Namun berkat kolaborasi antara NHM, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, kondisi pesisir kini jauh lebih terlindungi dan menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Tidak hanya memberikan manfaat ekologis, kawasan mangrove tersebut juga memiliki potensi besar dalam penyerapan emisi karbon dan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.
Keberadaan kawasan hijau ini diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Sebagai bagian dari program keberlanjutan perusahaan, NHM juga terus memperkuat kapasitas masyarakat lokal melalui berbagai dukungan. Perusahaan telah membantu pembangunan fasilitas pembibitan mangrove, termasuk gazebo, jaringan listrik, sarana sanitasi, hingga penyediaan tandon air.
Selain itu, NHM turut mendukung pengembangan usaha pembibitan mangrove yang kini telah menghasilkan sekitar 4.300 bibit secara bertahap. Program ini tidak hanya mendukung upaya konservasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat melalui penjualan bibit mangrove.
Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi, mengapresiasi dukungan berkelanjutan yang diberikan NHM dalam pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial di Desa Kao.
Menurutnya, kehadiran perusahaan tambang tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam peningkatan kualitas lingkungan maupun terciptanya peluang ekonomi melalui usaha pembibitan mangrove.
Sementara itu, Superintendent Lingkungan Departemen Health Safety & Environment (HSE) NHM, Rosmini Djufri, berharap kawasan mangrove yang telah dibangun bersama dapat terus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh pihak.
“Kami berharap kawasan mangrove ini dapat terus terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat. NHM berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan komunitas lokal dan pemerintah daerah dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Halmahera Utara,” ujarnya.
Keberhasilan program mangrove di Desa Kao menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.















Tinggalkan Balasan