Warga Desa Saria Minta Dievakuasi, 10 Rumah Terancam Abrasi dan Longsor

Kierahapost.com Riski Samsudin
Puluhan rumah di Desa Saria Kabupaten Halmahera Barat terendam banjir (Iky/Kierahapost)

HALBAR – Puluhan warga Desa Saria, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, meminta perhatian serius dari pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat.

Pasalnya, sekitar 10 rumah di RT 02 desa setempat kini terancam abrasi pantai dan potensi tanah longsor.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan setelah air laut mulai masuk ke sejumlah rumah warga. Beberapa di antaranya bahkan telah mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga yang lebih aman.

“Kami sudah tidak bisa tinggal di rumah karena air laut sudah masuk. Kami berharap pemerintah segera membantu memindahkan kami ke tempat yang lebih aman,” ujar salah satu warga, Selasa (7/10/2025).

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPBD Halmahera Barat, Wawan Gunawan MT. Ali, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan segera mengambil langkah koordinasi dengan pemerintah desa setempat.

“Tim kami sudah diturunkan untuk meninjau langsung lokasi. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menyiapkan tempat evakuasi bagi warga yang terdampak,” kata Wawan saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan awal, sedikitnya 10 unit rumah berada di titik rawan abrasi dan longsor di kawasan tepi pantai serta dekat area tebing. BPBD akan melakukan langkah mitigasi agar dampak kerusakan tidak meluas.

“Kami tetap siaga dan akan mengambil langkah evakuasi jika kondisi semakin membahayakan,” tambahnya.

Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah segera menetapkan status tanggap darurat dan menyalurkan bantuan darurat bagi mereka yang sudah kehilangan tempat tinggal akibat abrasi tersebut.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!