KSOP Ternate Diduga Larang Polisi Dirikan Pos di Pelabuhan Ahmad Yani, Kapolsek: “Saya Dimarahi di Depan Umum”
TERNATE – Dugaan penghalangan terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat jelang Idul Fitri 1447 Hijriah mencuat di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate. Pihak KSOP Kota Ternate disebut melarang pendirian pos pelayanan kepolisian di area pelabuhan tersebut.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Iptu Mirna Oramali mengungkapkan, insiden itu terjadi saat dirinya bersama personel tengah bersiaga dalam rangka kunjungan Wakil Gubernur Maluku Utara Hi. Sarbin Sehe ke lokasi.
“Awalnya kami standby di pos pelayanan KP3 yang berada di ruang tunggu pelabuhan. Saat Wagub datang dan meninjau, beliau sempat melewati pos kami dan menyampaikan terima kasih,” ujar Mirna saat di konfirmasi, Selasa (17/3/2026).
Namun, situasi berubah ketika Kepala KSOP Rushan Muhammad bersama perwakilan PT Pelindo mendatangi pos tersebut. Mirna mengaku langsung ditegur keras terkait keberadaan pos polisi di area yang disebut sebagai “ring 1”
“Pak KSOP datang dan langsung mempertanyakan kenapa kami mendirikan pos di situ. Saya jelaskan bahwa itu atas perintah pimpinan dan sudah mendapat izin dari pihak Pelindo,” jelasnya.
Menurut mantan Kapolsek Ternate Pulau itu, teguran itu disampaikan dengan nada tinggi di depan banyak orang, sehingga memicu emosinya.
“Saya sampaikan, saya ini menjalankan perintah pimpinan. Tapi saya dimarahi di depan umum. Saya sempat bilang, beliau bukan pimpinan saya,” ungkapnya.
Ketegangan sempat memuncak ketika KSOP kembali mendatangi Mirna setelah mendengar respons tersebut. Dalam perdebatan itu, KSOP kembali menegaskan bahwa area ring 1 harus steril dan tidak boleh ada pembangunan pos.
Bahkan, Mirna menyebut KSOP meminta agar ke depan tidak ada lagi personel kepolisian yang bertugas di wilayah ring 1 pelabuhan.
“Kalau polisi tidak boleh masuk ring 1, bagaimana dengan pengamanan? Padahal saat kejadian KM Permata Obi sempat tertunda sampai dini hari karena kericuhan penumpang, justru polisi yang turun langsung mengamankan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung minimnya peran petugas di lapangan saat insiden tersebut terjadi.
“Anggota kami yang turun ke dermaga untuk mengendalikan situasi. Kalau tidak, mungkin kondisinya bisa lebih parah,” tambah Mirna.
Pasca kejadian itu, Mirna langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada Kapolres Ternate. Pimpinan Polres bersama sejumlah pejabat utama kemudian menggelar pertemuan dengan pihak KSOP di kantor mereka untuk mencari solusi.
Mirna berharap insiden tersebut tidak terulang dan seluruh pihak dapat bersinergi dalam memberikan pelayanan serta pengamanan kepada masyarakat, khususnya menjelang arus mudik Lebaran.
“Harusnya kita saling mendukung, bukan malah saling membatasi. Ini demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.












Tinggalkan Balasan