Ketua KNPI Morotai Didesak Dicopot, Dituding Peras Pejabat dan Rusak Organisasi
MOROTAI – Tekanan terhadap Ketua DPD II KNPI Pulau Morotai, Zulkifli Samania, semakin memuncak.Kelompok Cipayung Plus yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) secara tegas mendesak pencopotan dirinya dari jabatan.
Desakan keras ini mencuat setelah berbagai dugaan pelanggaran serius menyeruak ke publik. Tidak hanya soal pelanggaran AD/ART organisasi, Zulkifli juga disorot atas tudingan yang dinilai mencoreng nama baik lembaga kepemudaan tersebut.
Ketua IMM Morotai, Bahadar Bakali, menegaskan, persoalan ini telah melewati batas kewajaran dinamika internal organisasi.
“Ini sudah fatal. Bukan hanya melanggar aturan organisasi, tapi juga merusak marwah KNPI. Tidak ada alasan lagi untuk dipertahankan,” tegasnya Kamis, (26/3/2026).
Menurut Cipayung Plus, sejak KNPI Morotai kembali diaktifkan pada 2025, tidak ada capaian berarti yang ditunjukkan. Organisasi bahkan dinilai berjalan tanpa arah dan terkesan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Sorotan tajam juga diarahkan pada pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 11 Maret 2026 yang disebut ilegal. Rapat tersebut dituding tidak melibatkan unsur resmi organisasi seperti OKP, MPI, maupun peserta sah berdasarkan SK.
“Rakerda itu cacat prosedur dan melanggar konstitusi organisasi. Ini bukti nyata ketidakmampuan memimpin,” lanjut Bahadar.
Ketua GMNI Morotai, Jeral Gatawahi, turut melontarkan kritik pedas terhadap kepemimpinan Zulkifli. Ia menilai gaya memimpin yang ditunjukkan lebih kepada pemaksaan diri tanpa kapasitas.
“Jangan paksakan diri memimpin kalau tidak paham etika organisasi. Ini memalukan dan jadi contoh buruk bagi pemuda,” ujarnya.
Nada lebih keras datang dari Ketua GMKI Morotai, Devinve Hau Gumi. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak sekadar mendesak, tetapi menuntut tindakan tegas dari DPD I KNPI Maluku Utara.
“Kami tidak mau ini berlarut. Harus dicopot sekarang juga. Kalau dibiarkan, KNPI akan kehilangan kepercayaan publik,” tegasnya.
Di tengah polemik tersebut, muncul pula dugaan tindakan pemerasan terhadap pejabat daerah yang menyeret nama Zulkifli Samania. Isu ini semakin memperparah krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan KNPI Morotai.
Menanggapi berbagai tudingan itu, Zulkifli membantah keras. Ia bahkan menyatakan siap mundur jika terbukti melakukan pelanggaran.
“Kalau saya terbukti memeras, saya mundur hari ini juga,” tegasnya.
Namun, ia mengakui adanya konflik internal yang menurutnya menjadi penghambat jalannya organisasi.
“Saya ingin jalankan KNPI, tapi internal tidak kondusif. Saya tunggu sikap DPD I KNPI Malut,” pungkasnya.










Tinggalkan Balasan