Diduga Arogansi Official Malut United, Wartawan Diintimidasi Saat Peliputan
TERNATE – Tindakan intimidasi terhadap wartawan diduga dilakukan oleh seorang official Malut United usai pertandingan BRI Super League antara Malut United melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Kota Ternate, Sabtu malam.
Sejumlah jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan mendapat tekanan dan dipaksa menghapus rekaman video yang diambil setelah pertandingan berakhir.
Insiden bermula ketika seorang wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate merekam aktivitas perangkat pertandingan yang berjalan keluar lapangan.
Namun, tindakan jurnalistik tersebut justru memicu kemarahan seorang pria yang diduga merupakan official Malut United.
Pria tersebut langsung mendatangi wartawan dan dengan nada tinggi memerintahkan agar rekaman video tersebut segera dihapus.
“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” teriaknya kepada wartawan sambil memancing perhatian dan reaksi sejumlah suporter di sekitar lokasi.
Tak berhenti sampai di situ, pria tersebut bahkan meminta petugas steward untuk mengusir para wartawan dari area tribun, meskipun mereka telah mengantongi ID-Card resmi peliputan dari Super League.
Situasi semakin memanas ketika pemilik utama Malut United FC, David Glen Oei, yang berada di lokasi turut menegur wartawan yang sedang menjalankan tugas.
“Kamu dari mana? Kalau dari Ternate kenapa tidak mendukung kami,” ucap David kepada wartawan di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut memicu kekecewaan di kalangan jurnalis yang berada di stadion. Pimpinan media Halmahera Post, Firjal Usdek, yang juga berada di lokasi, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap kerja-kerja jurnalistik.
Firjal menegaskan bahwa para wartawan berada di tribun stadion secara sah karena telah menggunakan ID-Card resmi peliputan dan tidak melanggar batas area yang telah ditentukan panitia.
“Kami berada di tribun menggunakan ID-Card resmi dan tidak melewati batas area peliputan,” ujarnya.
Ia juga menilai tindakan memaksa wartawan menghapus rekaman video merupakan bentuk intervensi terhadap kerja pers yang bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
“Kami datang untuk menjalankan tugas jurnalistik, bukan untuk diintimidasi. Kami sangat kecewa atas perlakuan yang terjadi malam ini,” tegas Firjal.
Diketahui, dalam pertandingan tersebut Malut United yang tampil sebagai tuan rumah harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang oleh tim tamu PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.







Tinggalkan Balasan