Mahasiswa Teknik Pertambangan UMMU Gelar KLT di Bobo Jiko, Perkuat Kompetensi Lapangan dan Pengelolaan SDA
HALBAR – Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (HMTP – UMMU) Ternate menggelar kegiatan Kuliah Lapangan Terpadu (KLT) di Desa Bobo Jiko, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa yang terdiri dari 50 peserta, 15 pengurus, 10 panitia inti, 10 panitia bayangan, serta 10 senior. KLT berlangsung selama empat hari, sejak Kamis hingga Minggu, dan mendapat sambutan positif serta dukungan dari Pemerintah Desa Bobo Jiko.
Ketua Umum HMTP UMMU, Vicky Rahman, menjelaskan, KLT merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa, khususnya untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik lapangan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar mahasiswa tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya langsung di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain meningkatkan pengetahuan dan wawasan di bidang pertambangan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa – khususnya yang berasal dari Maluku Utara – untuk mampu mengelola sumber daya alam (SDA) secara mandiri dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, KLT dibagi ke dalam beberapa rute kegiatan. Rute pertama mencakup pengambilan titik koordinat untuk membentuk poligon tertutup guna menghitung luas area menggunakan aplikasi ArcGIS, serta praktik penggunaan GPS di lapangan.
Rute kedua berfokus pada pengambilan data stratigrafi di Desa Saria, dengan tujuan mengidentifikasi lapisan tanah, jenis tanah, ketebalan, serta arah dan kemiringannya.
Sementara itu, rute ketiga membahas geotermal, mulai dari proses pembentukan, pemanfaatan, hingga potensi bahaya yang dapat timbul jika tidak dikelola dengan baik.
Vicky berharap, melalui kegiatan ini, kualitas sumber daya manusia (SDM) mahasiswa teknik pertambangan dapat meningkat, sehingga ke depan mampu berkontribusi dalam pengelolaan SDA secara bijak tanpa merusak lingkungan.
“Harapannya, mahasiswa bisa menjadi agen perubahan yang mampu mengelola sumber daya alam dengan tetap menjaga keseimbangan ekologis,” tutupnya.









Tinggalkan Balasan