Perairan Mabapura Disorot, PT Feni Haltim Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Kondisi kali Kukuba di Haltim diduga dicemari PT Feni (Foto/istimewa)

HALTIM – Sorotan publik terhadap kondisi perairan di wilayah Mabapura, Halmahera Timur, mendapat respons dari PT Feni Haltim (FHT). Perusahaan pengembangan kawasan industri berbasis nikel itu menegaskan komitmennya dalam menjaga standar pengelolaan lingkungan di tengah kekhawatiran masyarakat.

‎Dalam pernyataan resminya, Selasa (5/5/2026), FHT menyebut kondisi perairan yang menjadi perhatian tersebut terjadi pada periode curah hujan tinggi yang berdampak pada sistem aliran air di area proyek.

‎“Berdasarkan pemantauan awal di lapangan, kondisi tersebut teridentifikasi terjadi saat intensitas hujan tinggi yang mempengaruhi sistem aliran air,” tulis manajemen FHT.

‎Sebagai langkah awal, perusahaan saat ini tengah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan air limpasan, termasuk fasilitas kolam sedimentasi dan sarana pendukung lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh mekanisme pengendalian lingkungan berjalan optimal.

‎Tak hanya itu, FHT juga telah menurunkan tim teknis dan tim lingkungan guna melakukan investigasi mendalam di lokasi. Sejumlah langkah perbaikan pun mulai dilakukan, di antaranya penyempurnaan fasilitas pengendalian dampak lingkungan, peningkatan kapasitas pemantauan, hingga penguatan sistem penanggulangan saat kondisi hujan ekstrem.

‎Perusahaan juga menegaskan akan mengevaluasi seluruh pihak pelaksana pekerjaan di lapangan. Jika ditemukan adanya pelanggaran atau ketidaksesuaian terhadap standar lingkungan, FHT menyatakan siap mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Selain aspek teknis, FHT mengaku terus membangun komunikasi dengan masyarakat setempat serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Langkah ini dilakukan agar proses penanganan berlangsung transparan, objektif, dan berbasis data lapangan.
‎“Perusahaan terbuka terhadap proses verifikasi, evaluasi, maupun arahan dari pihak berwenang,” lanjut pernyataan tersebut.

‎Ke depan, FHT berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala serta memperkuat sistem mitigasi dan pemantauan lingkungan. Perusahaan juga mengajak semua pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif selama proses evaluasi berlangsung.

‎Sebagai informasi, PT Feni Haltim merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengembangan kawasan industri berbasis nikel di Halmahera Timur.

‎Kehadirannya menjadi bagian dari upaya mendukung hilirisasi mineral nasional serta pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik di Indonesia.

‎Melalui pengembangan kawasan industri terintegrasi, FHT menargetkan terciptanya nilai tambah sumber daya mineral, pertumbuhan ekonomi daerah, serta pembukaan lapangan kerja, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini