Hima PG – Paud FKIP Unkhair Dilantik, Ketum Aulia Gaspol: Organisasi Bukan Tempat Numpang Nama!

Kierahapost.com Riski Samsudin
Hima PG - Paud FKIP Unkhair Dilantik, Ketum Aulia Gaspol (Foto/Iky kierahapost.com)

TERNATE – Pengurus Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun resmi dilantik untuk periode 2026–2027, Selasa (14/4/2026).

Pelantikan yang digelar di gedung PG-PAUD FKIP di Ternate ini mengusung tema “Bergerak Bersama Menuju HIMA PG-PAUD yang Loyalitas dan Progres”, dengan penekanan kuat bahwa kepengurusan baru harus benar-benar bekerja, bukan sekadar formalitas organisasi.

Sejumlah unsur penting kampus turut hadir, mulai dari Koordinator Prodi, Ketua Jurusan Pendidikan Dasar, dosen PG-PAUD, Presiden BEM FKIP, hingga para ketua umum himpunan di lingkup FKIP.

Koordinator Program Studi PG-PAUD, Dr. Rosita Wondal, dalam arahannya langsung menegaskan bahwa pelantikan bukanlah akhir, melainkan titik awal kerja nyata.

‎“Program harus dirasakan, jangan hanya jadi dokumen. HIMA harus hadir tidak hanya di kampus, tapi juga di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia bahkan mendorong pengurus untuk turun langsung menjangkau anak-anak di ruang publik seperti pasar dan tempat rekreasi yang dinilai masih minim perhatian pendidikan.

“Buat kelas belajar, storytelling, permainan edukatif. Jangan biarkan anak-anak ini berjalan tanpa arah tanpa sentuhan pendidikan,” katanya.

Rosita juga mengingatkan agar setiap program tidak berhenti pada wacana semata.

“Tulislah apa yang akan kamu lakukan dan lakukan apa yang kamu tulis. Jangan hanya pandai bicara,” sentilnya.

‎Sementara itu, Ketua Umum terpilih, Nur Aulia La Rukai, langsung “tancap gas” usai dilantik. Ia menegaskan kepengurusannya tidak akan berjalan setengah hati.

“Organisasi ini bukan tempat numpang nama. Loyal itu bukan sekadar hadir rapat lalu pulang, tapi datang dengan ide, berdiskusi, dan bertanggung jawab menjalankan hasilnya,” tegas Aulia.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan bukan alat untuk kepentingan pribadi atau ajang pamer.

“Ini amanah, bukan kebanggaan kosong. Jabatan harus memberi dampak bagi banyak orang,” ujarnya.

Aulia turut mengutip pemikiran Tan Malaka sebagai pijakan kepemimpinannya.

“Sebaik-baiknya manusia terdidik adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Aulia menyoroti fenomena mahasiswa yang cenderung pasif atau hanya “kuliah-pulang” tanpa berproses di organisasi.

Ia bertekad menjadikan HIMA PG-PAUD sebagai wadah yang hidup, progresif, dan mampu melahirkan mahasiswa yang aktif, kritis, serta berprestasi.

“Kalau tidak ada gerakan, tidak ada dampak, lalu untuk apa berhimpun?” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini