Gunung Gamkonora Terbakar, Pemda Diminta Tutup Jalur Pendakian
HALBAR – Gunung Gamkonora di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, terbakar. Api yang diduga bermula dari kebakaran kebun merembet hingga ke kawasan puncak bagian selatan gunung api tersebut.
Kondisi ini membuat jalur pendakian Gunung Gamkonora dinilai berisiko dan perlu segera ditutup sementara. Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gamkonora, Ridwan Djalil, bahkan meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Barat mengambil langkah tegas untuk menghentikan sementara aktivitas pendakian.
Kebakaran diketahui terjadi pada Jumat malam, 18 September 2026. Di tengah kondisi tersebut, lima orang pendaki yang berada di kawasan gunung harus dievakuasi.
Ridwan mengatakan, proses evakuasi dilakukan setelah petugas menemukan tiga pendaki, sementara dua lainnya ditemukan berada di bagian kawah gunung.
“Jadi kelima pendaki sudah dievakuasi dan sudah turun sampai ke Pos PGA. Tidak ada korban jiwa,” ujar Ridwan.
Menurutnya, kebakaran bermula dari kebun yang kemudian merembet hingga ke bagian selatan puncak Gunung Gamkonora.
“Jadi posisi api sekarang ada di area puncak, apinya sampai saat ini belum padam,” katanya.
Ridwan menyebutkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mendatangi lokasi saat proses evakuasi pendaki berlangsung. Setelah evakuasi selesai, BPBD kembali meninggalkan lokasi.
Hari ini, kata Ridwan, tim BPBD kembali bergerak menuju Pos PGA. Kehadiran BPBD diharapkan dapat mencari langkah penanganan terhadap kebakaran yang masih berlangsung di kawasan puncak.
PGA Minta Jalur Pendakian Segera Ditutup
Situasi kebakaran tersebut membuat Pos PGA Gamkonora meminta Pemda segera menutup jalur pendakian. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah adanya pendaki yang masuk ke kawasan gunung saat api masih berkobar.
Ridwan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD terkait rencana penutupan jalur pendakian.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD terkait penutupan jalur pendakian karena dikhawatirkan jangan sampai ada pendaki, kemudian terjadi kebakaran hutan. Kalau terjebak di atas, sangat berisiko,” tegasnya.
Ia berharap Pemda tidak menunggu kondisi semakin memburuk untuk mengambil keputusan.
“Jadi harapan kami hanya itu. Kalau bisa Pemda tutup jalur pendakian agar sementara belum ada aktivitas pendakian,” harap Ridwan.
Ridwan menambahkan, koordinasi dengan BPBD terkait persoalan tersebut sebenarnya telah dilakukan selama kurang lebih tiga hari. Namun, surat yang dibutuhkan untuk proses rekomendasi penutupan jalur pendakian disebut belum juga berjalan.
“Kami hanya minta mereka dapat menyurat ke balai di Suma di Sulawesi Maluku, tepatnya di Sulawesi, agar supaya dari Suma dapat mengeluarkan rekomendasi tentang penutupan jalur pendakian. Namun suratnya belum jalan, tiba-tiba sudah ada kebakaran hutan,” pungkasnya.
Dengan api yang masih berada di kawasan puncak, Pos PGA kembali mengingatkan pentingnya pembatasan aktivitas pendakian hingga kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.





Tinggalkan Balasan