Mantan Istri dan Sekelompok Orang Diduga Serang, Pukul hingga Rusak Rumah di Tanah Tinggi
TERNATE – Dugaan aksi penyerangan, pemukulan hingga pengrusakan rumah terjadi di kawasan Tanah Tinggi, Kota Ternate, Maluku Utara. Seorang warga berinisial HA mengaku menjadi korban setelah rumahnya didatangi mantan istrinya, FI, bersama sejumlah orang pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 18.10 WIT.
Dalam insiden tersebut, HA mengaku diserang dan dipukul. Tak hanya itu, sejumlah bagian rumahnya juga disebut mengalami kerusakan. Merasa menjadi korban, HA kemudian memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ternate.
Informasi yang dihimpun Kierahapost.com, peristiwa bermula saat HA sedang bermain catur bersama rekannya, MD, di dalam rumah.
“Saya sedang bermain catur, tiba-tiba mereka datang masuk ke dalam rumah,” kata HA saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2026).
Menurut HA, mantan istrinya datang bersama beberapa orang dan meminta kunci kamar dengan alasan hendak mengambil barang.
HA mengaku mempertanyakan barang yang hendak diambil karena di dalam kamar terdapat banyak barang. Ia pun tidak langsung menyerahkan kunci.
“Saya tanya barang apa yang mau diambil, karena banyak barang di dalam kamar. Saya tidak mau memberikan kunci begitu saja kalau tidak jelas barangnya,” ujarnya.
Situasi kemudian memanas. HA mengaku tiba-tiba diserang oleh salah satu pria yang datang bersama mantan istrinya.
“Saya masih duduk bermain catur, tiba-tiba saya langsung diserang dan dipukul,” ungkapnya.
Keributan tersebut kemudian berlanjut dengan dugaan pengrusakan sejumlah bagian rumah. Kaca rumah dan meja di dalam ruangan disebut mengalami kerusakan.
“Saya tidak tahu kenapa sampai rumah saya dirusak. Mereka datang dalam jumlah beberapa orang dan kemudian terjadi penyerangan,” kata HA.
Saksi Sebut Ada yang Ambil Benda Diduga Sajam
Tak hanya dugaan pemukulan dan pengrusakan, seorang warga yang disebut menyaksikan kejadian tersebut juga mengaku melihat salah satu orang yang terlibat mengambil benda dari dalam mobil yang diduga merupakan senjata tajam.
“Saya lihat dia sempat mengambil sesuatu dari dalam mobil, setelah itu masuk lagi ke dalam rumah,” ujar saksi.
Namun, terkait benda yang disebut saksi tersebut, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai jenis maupun kepemilikannya.
Atas kejadian tersebut, HA mendatangi Polres Ternate pada malam hari dan membuat laporan polisi.
“Saya sudah membuat laporan. Saya berharap polisi mengusut kejadian ini secara tuntas dan memproses siapa saja yang terlibat,” tegas HA.
HA meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut. Ia berharap dugaan penyerangan, pemukulan dan pengrusakan yang dialaminya dapat diusut sesuai hukum yang berlaku.
“Saya serahkan prosesnya kepada polisi. Saya hanya ingin kejadian ini diproses secara hukum dan siapa saja yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
Kasat Reskrim: Cek Laporan
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ternate IPTU Arif Budi Aji ketika dikonfirmasi Kierahapost.com terkait laporan dugaan penyerangan, pemukulan dan pengrusakan tersebut memberikan respons singkat.
“Saya cek laporan dulu ya,” jawab IPTU Arif Budi Aji.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak kepolisian mengenai status laporan tersebut, termasuk langkah penyelidikan maupun pihak-pihak yang akan dimintai keterangan.
Pihak yang disebut terlibat dalam kejadian tersebut juga belum memberikan keterangan atau klarifikasi atas dugaan penyerangan, pemukulan dan pengrusakan sebagaimana disampaikan korban.





Tinggalkan Balasan