Polda Maluku Utara Pastikan Distribusi 2.000 Ton Beras Bulog Rampung Tahun Ini
TERNATE – Menjawab hasil evaluasi Komisi IV DPR RI soal kualitas beras Bulog, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara memastikan seluruh beras tak layak konsumsi telah ditarik dan akan diganti dengan stok baru yang lebih baik.
Kapolda Malut, Irjen Pol Waris Agono, menegaskan komitmen pihaknya dalam menuntaskan penyaluran 2.000 ton beras Bulog tahun ini.
Menurut Irjen Waris, hingga awal Oktober 2025 penyaluran beras sudah mencapai 1.000 ton, atau setengah dari total target yang ditetapkan. Ia optimistis proses distribusi dapat rampung sebelum akhir Oktober.
”Kami menargetkan seluruh penyaluran bisa tuntas di bulan Oktober, sehingga menjelang musim hujan di November dan Desember semua sudah rampung sejak awal,” ujarnya, Selasa, (7/10/2025).
Kapolda menegaskan, temuan Komisi IV saat kunjungan kerja ke Maluku Utara beberapa waktu lalu sudah ditindaklanjuti dengan serius. Bahkan, laporan tersebut langsung sampai ke Presiden Joko Widodo, yang kemudian memerintahkan Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI Ahmad Rizal Ramdani, untuk meninjau langsung ke Ternate.
”Beras yang dianggap tidak layak sudah ditarik ke Sulawesi Selatan. Nantinya akan diganti dengan stok baru sekitar 120.000 ton yang kualitasnya jauh lebih baik,” jelasnya.
Jenderal bintang dua juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir apabila menemukan beras SPHP berkualitas rendah. Polda bersama Bulog menjamin setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dan beras akan diganti tanpa perlu dipersoalkan lebih jauh.
Selain itu, Kapolda mengungkapkan rencana pembangunan enam gudang Bulog baru di sejumlah kabupaten, yakni Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Pulau Morotai, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.
”Setiap gudang akan dilengkapi rice milling unit untuk memperkuat ketahanan pangan. Kami berharap pemerintah daerah dapat menyiapkan lahan yang dekat dengan area pertanian,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Malut menerima kunjungan silaturahmi Direktur Utama Bulog Letjen TNI Ahmad Rizal Ramdani di ruang Transit Mapolda Malut, Ternate. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Polda dan Bulog dalam menjaga stabilitas pangan serta menciptakan situasi investasi yang aman dan kondusif di daerah.
”Kolaborasi ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga iklim ekonomi dan investasi agar tetap stabil di Maluku Utara,” tutur Waris.
Ia berharap sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan Bulog terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat.
”Kalau semua pihak bersinergi, Maluku Utara akan tetap aman, damai, dan sejahtera,” tandasnya.








Tinggalkan Balasan