AMPP TOGAMMOLOKA Bakal Gelar Dialog Publik: Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Maluku Utara

Ketua Panitia AMPP TOGAMMOLOKA Maluku Utara Muhamad Iram Galela (Istimewa)

TERNATE – Asosiasi Mahasiswa Pemuda Pelajar Tobelo Galela Malifut Morotai Loloda Kao (AMPP TOGAMMOLOKA) Maluku Utara akan menggelar Dialog Publik bertajuk “Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Maluku Utara; Masa Depan Masyarakat & Lingkungan Maluku Utara”, pada Rabu, 8 Oktober 2025 di Caffe Sabeba Kota Ternate.

‎Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber penting dari unsur pemerintah, kepolisian, dan kejaksaan, serta melibatkan akademisi dan aktivis lingkungan sebagai pembanding.

‎Dalam forum tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, Sukur Lila,akan membawakan materi bertema “Strategi Mempertahankan Kawasan Hutan Lindung dan Pelestarian Hutan Produksi”. Sementara itu, Kadis ESDM Provinsi Maluku Utara, Suryanto Andili,akan mengulas “Eksplorasi dan Tata Kelola Industri Atas Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara.”

‎Dari unsur penegakan hukum, Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono, dijadwalkan menyampaikan pandangan mengenai “Konsistensi Polda Malut Terhadap Penegakan Hukum dan Keadilan.” Sedangkan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Dr. Taufan Zakaria, akan menyoroti “Urgensi Penertiban Kawasan Hutan Maluku Utara; Perpres No 5 Tahun 2025.”

‎Sebagai pembanding, dua tokoh akan turut memberikan perspektif kritis, yakni Dr. Aziz Hasyim, akademisi Universitas Khairun (Unkhair), dan Muhlis Ibrahim, Direktur KATAM Maluku Utara. Diskusi akan dimoderatori oleh Fitriyani Ashar.

‎Kegiatan ini mendapat dukungan dari MIG24 Official dan KATAM Maluku Utara, serta menggandeng media partner Kierahapost.com dan SatuKlik.com.

‎Ketua Panitia AMPP TOGAMMOLOKA Maluku Utara Muhamad Iram Galela menyebutkan, dialog publik ini menjadi ruang refleksi bagi masyarakat dan pemerintah dalam menilai capaian serta tantangan selama satu tahun kepemimpinan Gubernur Maluku Utara.

‎”Melalui forum ini, kami ingin menghadirkan diskusi terbuka dan solutif terkait arah pembangunan daerah, terutama soal lingkungan, ekonomi, dan penegakan hukum,” ujarnya.

‎Dialog publik tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemuda, akademisi, dan pemerintah dalam menjaga keseimbangan pembangunan dengan pelestarian lingkungan di Maluku Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!