Ditpolairud Polda Malut Sosialisasi Cuaca Buruk dan Alur Laut di Maba–Buli untuk Cegah Konflik dan Insiden Pelayaran

Kierahapost.com Riski Samsudin
Marnit Ditpolairud Polda Maluku Utara sosialisasi cuaca buruk serta himbauan keselamatan pada masyarakat (Foto/istimewa)

HALTIM – Markas Unit (Marnit) Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara melakukan sosialisasi cuaca buruk serta himbauan keselamatan pelayaran dan alur lintas laut di wilayah Maba–Buli, Halmahera Timur, Sabtu (6/12/2025).

Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan keamanan pelayaran sekaligus mencegah potensi konflik ruang laut antara nelayan lokal dengan kapal tunda dan tongkang perusahaan.

Komandan Markas Unit Buli, Riswan David, mengatakan Marnit Buli KP.XXX-1005 intens memberikan edukasi keselamatan terutama saat cuaca buruk sebagai langkah preventif demi terciptanya situasi pelayaran yang aman dan nyaman di wilayah perairan Halmahera Timur, khususnya Maba–Buli.

“Selain himbauan keselamatan, Marnit Buli juga mensosialisasikan alur lintas laut Perairan Maba–Buli. Kami pernah menerima laporan adanya konflik antara nelayan lokal dan kapal tunda karena memasuki jalur yang sudah disepakati bersama untuk tidak dilalui oleh tugboat maupun tongkang,” ujarnya.

Riswan menjelaskan, jalur laut tersebut telah diatur melalui surat kesepakatan hasil rapat koordinasi antara masyarakat lingkar tambang pesisir Maba dan pihak perusahaan pemilik kapal tugboat/tongkang yang beroperasi di perairan Halteng–Haltim pada 10 Agustus 2025 lalu.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu membawa alat keselamatan seperti life jacket bagi nelayan dan pengguna speedboat, serta menunda aktivitas saat cuaca buruk. Sementara bagi kapal-kapal yang beroperasi, diminta agar tidak membawa muatan melebihi kapasitas dan memastikan kelengkapan dokumen pelayaran.

Riswan berharap aktivitas masyarakat dapat berjalan aman dan lancar, serta nelayan lebih peka terhadap perubahan cuaca sebelum melaut demi keselamatan.

“Terkait ruang laut dan alur lintasan kapal tunda, kami meminta seluruh kru kapal yang beraktivitas di wilayah Halteng–Haltim untuk mematuhi kesepakatan yang tertuang dalam surat perjanjian bersama agar tidak terjadi perselisihan maupun konflik di Perairan Maba – Buli serta Weda – Patani,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini