GSJA Revival Resmi Dibuka Kembali di Ternate, Dorong Iman dan Perkuat Toleransi Umat Beragama

Kierahapost.com Kierahapost.com Riski Samsudin
Gereja Sidang Jemaat Allah Indonesia akhirnya kembali hadir di Kota Ternate (Foto/Dias/kierahapost.com)

TERNATE – Setelah sempat vakum selama lebih dari dua dekade, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Indonesia akhirnya kembali hadir di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Momentum kebangkitan ini ditandai dengan ibadah perdana GSJA Revival yang digelar di lantai dua Hotel Gwen Ternate, Minggu (26/4/2026).

‎Ibadah pembukaan tersebut mengangkat tema “Tetaplah mengerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar” (Filipi 2:12), yang menjadi pesan utama bagi jemaat untuk terus menjaga dan menghidupi iman dalam setiap aspek kehidupan.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua BPD GSJA Provinsi Maluku Utara Pdt. Johan Mananeke, Komisaris BPD GSJA Malut Pdt. Sofyan S. Salama, jajaran pengurus wilayah, Lurah Gamalama Mohtar Umasangadji, serta perwakilan Wali Kota Ternate melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Drs. Sarif Hi Sabatun.

‎Pdt. Johan Mananekan mengungkapkan, GSJA sebenarnya telah berdiri di Ternate sejak tahun 1978, namun mengalami kevakuman sejak tahun 2000.

“Puji Tuhan, hari ini GSJA kembali dibuka secara resmi dan langsung menggelar ibadah perdana sebagai tanda dimulainya kembali pelayanan di Kota Ternate,” ujarnya.

‎Johan menekankan pentingnya tanggung jawab manusia terhadap kehidupan yang telah dianugerahkan oleh Tuhan.

Ia mengingatkan, setiap individu memiliki nilai yang istimewa dan harus dipertanggungjawabkan dengan hidup yang berkenan kepada Tuhan.

“Kita semua berada dalam tanggung jawab Allah, tetapi kita juga harus bertanggung jawab atas hidup kita untuk Tuhan. Hidup ini bukan biasa, melainkan luar biasa dan penuh makna,” pesannya.

‎Johan menegaskan, keselamatan bukan sesuatu yang pasif, melainkan harus terus diupayakan dan dijaga dalam segala situasi.

‎“Keselamatan harus dikerjakan setiap waktu, baik ada maupun tidak ada orang yang melihat. Itu adalah tanggung jawab iman setiap orang percaya,” tegasnya.

Sementara itu, Pdt. Sofyan S. Salama dalam sambutannya menyampaikan, GSJA dapat bertumbuh hingga saat ini berkat doa dan kerja keras para pendahulu, sehingga diharapkan kehadiran kembali GSJA di Ternate mampu membawa dampak positif bagi masyarakat luas.

Dukungan juga datang dari pemerintah setempat. Lurah Gamalama, Mohtar Umasangadji, menegaskan bahwa pihaknya menjamin kebebasan beribadah sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 29.

“Negara menjamin setiap warga untuk beribadah sesuai keyakinannya. Kami sangat mendukung kegiatan keagamaan yang membawa kebaikan dan kedamaian,” ujarnya.

Perwakilan Wali Kota Ternate, Drs. Sarif Hi Sabatun, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya ibadah perdana GSJA Revival. Ia menilai kehadiran kembali gereja ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kehidupan spiritual sekaligus mempererat keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

“Momentum ini bukan hanya awal perjalanan rohani, tetapi juga tonggak penting dalam membangun kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan antar umat beragama di Kota Ternate,” ungkapnya.

‎Ia berharap GSJA Revival di bawah kepemimpinan Pdt. Dr. Rosita Wondal dapat memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi jemaat, tetapi juga dalam menjaga kerukunan dan pembangunan Kota Ternate secara menyeluruh.

Dengan dibukanya kembali GSJA di Ternate, diharapkan semangat pelayanan dan nilai-nilai keimanan semakin tumbuh, sekaligus memperkuat fondasi toleransi di tengah keberagaman masyarakat Maluku Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini