Peringati Hari Ibu ke-97, Gubernur Maluku Utara Serahkan Bantuan untuk Warga Binaan Lapas Perempuan Ternate
TERNATE – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyerahkan bantuan kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ternate dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Rabu (17/12/2025).
Kunjungan kerja Gubernur ke Lapas Perempuan Ternate tersebut disambut langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Ternate, Agustina, beserta jajaran.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku Utara sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi terhadap peran perempuan, termasuk perempuan yang sedang menjalani pembinaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Maluku Utara, Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Ketua Persit Koorcab Rem 152 Babullah, Ketua Jalasenastri, Ketua Adhyaksa Dharma Karini, Ketua Bhayangkari atau perwakilan, Kepala BIN Daerah Maluku Utara, Kepala DP3A Provinsi Maluku Utara, serta warga binaan Lapas Perempuan Ternate.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sherly membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu bukan sekadar kegiatan seremonial atau perayaan “Mother’s Day”, melainkan bentuk penghargaan mendalam terhadap seluruh perempuan Indonesia.
“Peringatan ini bukan sekadar seremonial dan bukan pula perayaan Mother’s Day sebagaimana dipahami di beberapa budaya, namun merupakan apresiasi mendalam bagi seluruh perempuan Indonesia dalam semua peran dan kapasitasnya, baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara,” ujar Gubernur Sherly.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga binaan berupa alat masak, sprei, blender, kompor, dan kasur, yang diterima langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Ternate dan perwakilan warga binaan.
Gubernur Sherly berharap Lapas Perempuan Ternate dapat terus berkoordinasi dengan DP3A Provinsi Maluku Utara untuk meningkatkan program pembinaan bagi warga binaan perempuan.
“Lapas Perempuan Ternate dapat berkoordinasi dengan DP3A agar program-program pembinaan semakin ditingkatkan, sehingga ibu-ibu selama menjalani masa pembinaan benar-benar dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas dirinya,” tandasnya.





Tinggalkan Balasan