Riski Pertanyakan Sikap Kades Usai Konflik Diselesaikan Secara Damai
HALBAR – Perselisihan yang sempat memanas antara Riski dan pihak keluarga akhirnya diselesaikan secara damai di tingkat kampung. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan persoalan tersebut ke jalur hukum.
Namun, meski konflik telah berakhir, Riski mempertanyakan kebijakan Kepala Desa (Kades) yang mengumumkan peristiwa tersebut ke media sosial tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepadanya.
Riski menjelaskan, persoalan yang terjadi bermula dari kesalahpahaman antara dirinya dan pihak keluarga.
”Itu hanya salah paham, kami dan pihak keluarga sudah damai dan selesai secara kekeluargaan di kampung,” ujar Riski saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2025).
Ia menambahkan, pihak korban juga telah menerima penyelesaian damai tersebut dan sepakat untuk tidak membawa kasus ini ke ranah hukum. Selain itu, Riski memastikan bahwa dirinya juga telah berdamai dengan Bripka Rafli Dade.
“Saya, Riski, dan Bripka Rafli Dade sudah damai. Pihak keluarga juga sudah bertanggung jawab,” tegasnya.
Meski demikian, Riski mengakui dirinya mengalami kerusakan pada gigi akibat insiden tersebut. Ia menyebut tidak mengalami luka lain pada tubuhnya.
“Tidak ada luka lain, hanya gigi saya yang patah dan sudah ditempel kembali oleh Rafli,” ungkapnya sambil menunjukkan kondisi giginya.
Riski menilai, persoalan utama saat ini bukan lagi konflik antarindividu, melainkan sikap Kepala Desa yang dinilainya kurang bijaksana. Ia menyayangkan informasi terkait peristiwa tersebut dipublikasikan ke media sosial tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepadanya.
“Kenapa langsung dinaikkan ke media sosial? Harusnya kita bicara baik-baik dulu atau ada konfirmasi,” katanya dengan nada kecewa.
Di akhir keterangannya, Riski berharap Kepala Desa dapat lebih arif dalam menyikapi persoalan di tengah masyarakat, terutama yang telah diselesaikan secara damai. Ia juga menekankan pentingnya menghargai warga desa yang mengabdi sebagai aparat negara.
“Seharusnya kades lebih bijaksana dan menghargai anak kampung yang menjadi abdi negara, dalam hal ini polisi,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan