Puluhan Kapal Ikan Asal Bitung Resahkan Warga Loloda Kepulauan

Puluhan kapal ikan asal Bitung berlabuh di Pelabuhan Dama (Foto/istimewa)

HALUT – Masyarakat Desa Dama, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengeluhkan keberadaan sekitar 20 kapal ikan asal Bitung yang berlabuh di Pelabuhan Dama sejak Selasa lalu.

‎Pantauan media ini di lokasi, puluhan kapal tersebut didominasi cat berwarna hijau-merah dan dilengkapi jaring besar yang diduga digunakan untuk aktivitas penangkapan ikan skala besar.

‎Keberadaan kapal-kapal tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Pasalnya, Pelabuhan Dama selama ini difungsikan sebagai pelabuhan penumpang dengan rute antarpulau, seperti Ternate – Morotai, Tobelo – Bitung, dan sebaliknya.

Salah satu warga Desa Dama, Anto, mengatakan kapal-kapal ikan tersebut mulai masuk dan berlabuh sejak Selasa. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 20 unit.

“Keberadaan kapal-kapal besar ini sangat meresahkan warga. Pelabuhan ini biasanya digunakan kapal penumpang, bukan kapal industri penangkapan ikan,” ujar Anto saat di konfirmasi, Kamis (8/1/2026).

‎Keluhan serupa disampaikan Amir, warga lainnya. Ia mempertanyakan izin sandar kapal-kapal ikan tersebut di Pelabuhan Dama.

“Kami heran, kapal-kapal besar seperti itu bisa sandar di sini. Ini pelabuhan penumpang, bukan untuk kapal ikan,” tegas Amir.

‎Warga mendesak pemerintah Desa Dama dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas. Mereka meminta kejelasan terkait izin sandar kapal ikan asal Bitung tersebut, sekaligus memastikan fungsi Pelabuhan Dama tetap sesuai peruntukannya sebagai pelabuhan penumpang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini