Evakuasi Penumpang di Perairan Dangkal Ternate, Satu Korban Dilarikan ke RSUD

Dokkes Polda Maluku Utara evakuasi korban (Foto/istimewa)

TERNATE  – Tim SAR gabungan bersama Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), TNI-AL, dan Basarnas terus melakukan proses evakuasi penumpang dari lokasi kejadian kecelakaan kapal (LKK) di perairan dangkal, Selasa (17/2/2026).

‎Berdasarkan laporan Dokkes Polda Maluku Utara, sekitar pukul 08.15 WIT Kapal Negara (KN) SAR 237 Pandudewanata tiba di lokasi kejadian dan langsung melaksanakan evakuasi korban.

‎Dua menit kemudian, pukul 08.17 WIT, Kapal Patroli (KP) Kie Besi bergerak dari Pelabuhan Perikanan menuju lokasi kejadian dan tiba pukul 08.43 WIT untuk membantu proses evakuasi.

Selanjutnya, KP Wibisana berangkat dari Pelabuhan Perikanan Ternate pukul 09.02 WIT dan tiba di lokasi pada pukul 10.13 WIT.

Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi para penumpang secara bertahap menggunakan perahu karet dan sekoci karena posisi penumpang berada di pulau dangkal, bukan di dermaga.

‎Pada pukul 10.15 WIT, KP Kie Besi membawa satu korban yang mengalami sesak napas dan cedera kaki menuju Pelabuhan Perikanan Ternate. Korban diketahui bernama Nabila Mahmud (33), warga Kastela, Kota Ternate.

‎Sementara itu, pukul 10.46 WIT, RBB 146 TNI-AL bergerak menuju lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi lanjutan.

‎KP Kie Besi tiba di Pelabuhan Perikanan Ternate pada pukul 11.10 WIT.

Korban kemudian langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Chasan Boesoirie Ternate untuk mendapatkan penanganan medis.

‎Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, mengatakan proses evakuasi membutuhkan waktu karena kondisi lokasi yang berada di perairan dangkal.

‎“Proses mungkin akan memakan waktu agak lama karena penumpang berada di pulau dangkal, tidak di dermaga. Jadi harus diangkut bolak-balik menggunakan perahu karet atau sekoci ke kapal besar,” ujarnya.

Polda Maluku Utara juga menyiapkan logistik bagi para penumpang, ABK, dan tim penolong di Pelabuhan Bastiong.

“Di Pelabuhan Bastiong kami siapkan nasi bungkus untuk seluruh penumpang, ABK, dan kru penolong. Ada satu penumpang yang kritis dan kami dahulukan evakuasinya. Dokter dan ambulans dari Dokkes Polda sudah siap,” kata Kapolda.

Hingga siang hari, proses evakuasi masih terus berlangsung dengan melibatkan unsur SAR gabungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini