Gas Langka di Ternate Saat Ramadan, Warga Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

gas elpiji (Foto/ilustrasi)

TERNATE – Masyarakat di Kota Ternate, Maluku Utara, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji yang terjadi saat bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Kondisi ini dinilai sangat meresahkan karena kebutuhan rumah tangga meningkat tajam di momentum tersebut.

Salah satu warga, Anwar, mengaku kesulitan mendapatkan gas di sejumlah pangkalan maupun pengecer. Hampir semua lokasi penyalur yang didatangi memberikan jawaban serupa: gas habis.

“Intinya kelangkaan gas saat bulan Ramadan dan menjelang lebaran ini perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Bukan hanya Pemkot Ternate, tapi juga Pemprov Maluku Utara,” ujar Anwar, Jumat (20/2/2026).

‎Menurutnya, aktivitas masyarakat yang meningkat selama Ramadan, mulai dari kebutuhan memasak untuk sahur dan berbuka hingga persiapan lebaran, sangat bergantung pada ketersediaan gas.

‎Meski sebagian warga masih menggunakan kompor minyak tanah, namun penggunaan kompor gas dinilai jauh lebih praktis dan efisien.

“Jawaban dari beberapa penyalur sama, gas habis. Bahkan mereka tidak bisa memastikan kapan stok kembali normal. Ini yang bikin masyarakat makin resah,” tegasnya.

‎Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada permainan di tingkat pangkalan maupun distributor.

Pasalnya, kelangkaan yang terjadi setiap Ramadan dinilai bukan lagi hal baru.Mendesak agar pemerintah melakukan pengawasan ketat serta menambah pasokan selama Ramadan dan jelang Idul Fitri, sehingga kebutuhan warga dapat terpenuhi dan tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa solusi konkret, bukan tidak mungkin keresahan warga akan semakin meluas di tengah momen ibadah dan perayaan hari besar umat Islam tersebut,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini