Pemkot Ternate Perkuat Konsolidasi Pascagempa, Fokus Distribusi Bantuan

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly (Foto/Yasim Mujair/kierahapost com)

TERNATE – Pemerintah Kota Ternate terus memperkuat konsolidasi lintas daerah dalam penanganan pascagempa, terutama untuk memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly menyampaikan, rapat koordinasi yang digelar menekankan pentingnya sinergi antarwilayah dalam mobilisasi bantuan ke daerah terdampak.

Menurutnya, Rizal Pemkot Ternate telah mengambil sejumlah langkah cepat, termasuk menugaskan tim ke wilayah Pulau Batang Dua serta melakukan pemantauan kondisi di dalam kota.

“Dalam rapat tadi ditekankan bahwa konsolidasi antar daerah harus diperkuat, terutama untuk memastikan bantuan dapat segera dimobilisasi ke wilayah terdampak,” ujar orang nomor tiga di Pemkot Ternate itu.

Ia juga mengungkapkan, Wali Kota Ternate sebelumnya telah meninjau langsung rumah warga yang terdampak di sejumlah wilayah seperti Marikurubu, Gambesi, dan Mangga Dua. Selain itu, pemerintah fokus menjaga ketersediaan stok bahan pokok bagi masyarakat.

Pada tahap pertama distribusi bantuan, seluruh logistik telah disalurkan ke posko-posko pengungsian.

Pemerintah kini memastikan keberlanjutan pasokan logistik melalui mobilisasi tahap berikutnya dengan dukungan Basarnas dan BNPB.

“Seluruh bantuan tahap pertama sudah kami distribusikan. Saat ini yang terpenting adalah menjaga keberlanjutan stok logistik, termasuk pengiriman tahap kedua,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara, jumlah pengungsi di wilayah Pulau Mayau dan Pulau Tifure mencapai sekitar 900 hingga 1.000 jiwa. Penanganan dilakukan melalui sistem posko terpusat dengan dapur umum mandiri di setiap titik pengungsian.

Rizal menambahkan, penanganan gempa memiliki karakteristik tersendiri dibanding bencana lain. Pemerintah memastikan warga tetap berada di lokasi aman, meskipun sebagian sudah kembali ke rumah namun belum beraktivitas normal akibat kerusakan bangunan.

Selain itu, pendataan kerusakan infrastruktur terus dilakukan, mencakup rumah warga, fasilitas pendidikan, perkantoran, hingga rumah ibadah. Hingga kini tercatat sekitar 233 unit bangunan mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat.

“Untuk rumah ibadah yang rusak berat ada sekitar tiga lokasi, termasuk di Mayau dan Lelewi,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Ternate juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait langkah pemulihan, termasuk kemungkinan prioritas program perbaikan rumah tidak layak huni bagi warga terdampak, khususnya di wilayah Batang Dua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini