Polairud Maluku Utara Ancam Tindak Nelayan Perusak Laut di Halbar: Bom Ikan hingga Setrum Dilarang Keras
HALBAR – Direktorat Polisi Air dan Udara (Dit Polairud) Polda Maluku Utara melalui Markas Unit (Marnit) Halmahera Barat mengeluarkan peringatan keras kepada nelayan dan masyarakat pesisir agar tidak merusak ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan bersama.
Komandan Markas Unit (Danmarnit) Halmahera Barat, Aipda Julkifli Humah menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan.
Imbauan ini disampaikan secara rutin sebagai langkah preventif menjaga kelestarian sumber daya laut di wilayah Halbar, Senin, (4/5/2026).
“Penggunaan alat tangkap destruktif seperti bom ikan, potasium, pukat harimau, hingga setrum adalah pelanggaran serius. Ini bukan hanya merusak terumbu karang, tetapi juga membunuh biota laut secara massal,” tegas Julkifli.
Menurutnya, praktik-praktik tersebut tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam keberlanjutan mata pencaharian nelayan itu sendiri.
Polairud juga mengingatkan agar para nelayan beralih ke metode penangkapan yang ramah lingkungan dan sesuai aturan, seperti penggunaan pancing, jaring insang (gill net) yang legal, serta bubu.
Selain itu, masyarakat pesisir diminta turut menjaga ekosistem laut dengan tidak membuang sampah, khususnya plastik, ke laut.
Aktivitas lain yang dilarang keras adalah membuang jangkar di atas terumbu karang serta merusak kawasan mangrove yang menjadi habitat penting bagi ikan dan udang.
“Terumbu karang dan mangrove adalah rumah bagi biota laut. Kalau ini rusak, maka ekosistem akan hancur dan dampaknya kembali ke manusia,” jelasnya.
Tak hanya itu, Polairud juga menyoroti penggunaan bahan berbahaya seperti formalin pada hasil tangkapan ikan. Praktik tersebut dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan merusak kualitas hasil laut.
Dalam upaya pengawasan, masyarakat diminta aktif melaporkan jika menemukan aktivitas ilegal seperti illegal fishing atau penggunaan bahan peledak. Polairud juga membuka ruang kolaborasi dengan nelayan melalui patroli bersama dan aksi bersih pesisir.
“Ini tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga laut demi masa depan generasi mendatang,” tutupnya.
Dengan peringatan tegas ini, Polairud Marnit Halmahera Barat berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dan praktik perusakan laut dapat dihentikan sepenuhnya.










Tinggalkan Balasan